Jakarta - Kawasan bantaran sungai dinilai tidak hanya memiliki fungsi sebagai jalur aliran air, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Festival Arsitektur Bantar Sungai Jakarta yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta di kawasan pintu air Kanal Banjir Timur (KBT), Malakasari, Duren Sawit.
Festival yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (06/09/2026) itu dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur, Fauzi.
Fauzi mengatakan, pemilihan kawasan KBT sebagai lokasi festival sekaligus menjadi upaya untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap keberadaan sungai.
Menurutnya, sungai tidak semata-mata dipandang sebagai tempat mengalirnya air maupun batas suatu wilayah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ruang kehidupan masyarakat.
"Saya memberikan apresiasi atas inisiasi kegiatan festival ini dan mengambil tempat di KBT," ujar Fauzi, Jumat (04/09/2026).
Ia mengatakan, kawasan di sekitar sungai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Selain membahas penataan bantaran sungai, festival tersebut juga menampilkan sejumlah desain rumah sederhana dengan konsep hunian sehat yang disiapkan oleh para arsitek.
"Desain tersebut mengedepankan konsep rumah sehat yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat," katanya.
Ketua IAI Jakarta Teguh Aryanto mengatakan Festival Arsitektur Bantar Sungai Jakarta menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami peran sungai sekaligus pentingnya penataan kawasan di sekitarnya.
Berbagai kegiatan digelar selama festival, mulai dari talkshow mengenai peranan sungai, penyuluhan rumah sehat bagi warga, hingga program Architect Goes to School.
Dalam program tersebut, para arsitek mengunjungi SMAN 61, SMAN 71, dan SMAN 100 untuk memperkenalkan profesi arsitek kepada pelajar serta memberikan pemahaman mengenai peranan sungai dan konsep rumah sehat.
Festival juga diramaikan sejumlah kegiatan untuk masyarakat, seperti lomba layang-layang yang diikuti 50 peserta dan BKT Run sejauh sekitar lima kilometer dengan 500 peserta.
Selain itu, pengunjung dapat mengikuti kegiatan belajar sketsa dengan objek pemandangan di sekitar kawasan KBT, menyaksikan pameran desain penataan bantaran sungai dan rumah sehat, layar tancap, hingga pertunjukan lenong.






