Jakarta – Seorang perempuan yang akrab disapa Nyai menjadi korban pencurian uang takziah di kediamannya di Jalan Dukuh IV, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (04/03/2026).
Uang sumbangan warga yang dikumpulkan saat suasana takziah tersebut diduga dibawa kabur oleh seorang wanita yang berpura-pura menumpang ke kamar kecil.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (02/03/2026), ketika rumah korban masih didatangi warga yang melayat. Menurut penuturan Nyai, pelaku datang dengan alasan menahan buang air kecil sejak pagi.
“Katanya dari pagi nahan pipis dan mau ke kamar kecil. Saya bilang, ya sudah kalau mau pipis masuk saja ke dalam,” ujar Nyai saat ditemui.
Tanpa menaruh rasa curiga, korban mempersilakan pelaku masuk ke dalam rumah. Terlebih, pelaku mengaku mengenal satu per satu anggota keluarga korban dan menyebut dirinya sebagai teman kakak iparnya.
“Dia bilang kenal keluarga saya, katanya teman kakak ipar saya, jadi saya percaya saja,” tuturnya.
Namun beberapa saat kemudian, pelaku tidak lagi terlihat di sekitar rumah. Korban mulai merasa janggal ketika melihat orang tersebut keluar dengan tergesa-gesa.
“Saya lihat orang itu keluar, tapi feeling saya kok seperti kabur. Saya cari sudah enggak ada. Baru saya ingat, ya Allah, uang takziah saya di lemari,” katanya.
Korban kemudian memeriksa lemari tempat menyimpan uang sumbangan tersebut. Lemari dalam keadaan terbuka dan uang yang sebelumnya disimpan dalam kantong plastik sudah tidak ada.
“Uangnya saya satukan di lemari pakai plastik. Pas saya lihat, sudah enggak ada,” ungkapnya.
Uang takziah tersebut merupakan sumbangan dari warga RT setempat. Hingga kini, jumlah kerugian belum diketahui karena belum sempat dihitung secara rinci.
“Belum dihitung, pokoknya semua dari warga RT ada di situ,” jelasnya.
Korban mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Ia juga menyebut kasus serupa pernah terjadi di lingkungan itu sekitar tiga tahun lalu, namun pelakunya tidak pernah diketahui.
“Katanya pernah kejadian tiga tahun lalu, tapi enggak tahu orangnya siapa. Dulu enggak disebarkan ke media sosial. Sekarang takut kejadian lagi di mana-mana, makanya disebarkan,” ujarnya.
Nyai berharap pelaku segera tertangkap agar tidak ada korban lainnya.
“Mudah-mudahan ketangkap, biar enggak kejadian di mana-mana lagi,” pungkasnya.






