Jakarta - Aksi perampokan disertai penyekapan terhadap Hj Hartati (61) di Jalan Makmur RT 01/04, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, ternyata bukan dilakukan secara spontan. Polisi mengungkap pelaku telah mengamati kondisi rumah korban selama beberapa hari sebelum beraksi.
Kapolsek Cakung AKP Andre Try Putra mengatakan, pelaku Marhim (52) terlebih dahulu memetakan situasi di sekitar rumah korban. Dari hasil pengamatannya, pelaku mengetahui lingkungan sekitar rumah selalu sepi pada siang hari sehingga dianggap aman untuk melancarkan aksi.
"Pelaku sudah mapping rumah korban sejak beberapa hari sebelumnya. Dia melihat kondisi sekitar rumah korban pada siang hari relatif sepi," kata Andre, Selasa (04/08/2026).
Pada Minggu (02/08/2026) siang, pelaku mendatangi rumah korban sambil membawa sebilah golok. Sesampainya di dalam rumah, korban diancam menggunakan senjata tajam sebelum tangan dan kakinya diikat serta mulutnya dilakban.
"Pelaku menodong korban dengan golok, kemudian mengikat tangan dan kaki korban serta melakban mulut korban. Setelah itu dia mencari barang-barang berharga di dalam rumah dan mengambil anting yang dikenakan korban," ujarnya.
Dari aksi tersebut, pelaku membawa kabur sepasang anting emas seberat satu gram, uang tunai Rp600 ribu, serta sebuah telepon seluler Samsung A07 milik korban.
Usai menerima laporan, Polsek Cakung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria mengenakan kaus hitam memasuki rumah korban dan keluar sekitar 15 menit kemudian sambil berlari kecil.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi akhirnya menangkap Marhim di kediamannya yang berada tidak jauh dari rumah korban. Pelaku diketahui masih tinggal di lingkungan yang sama dengan korban.
Selain mengungkap kronologi perampokan, polisi juga mendalami motif pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, Marhim mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena alasan ekonomi. Pelaku yang bekerja serabutan mengaku sudah sekitar satu bulan tidak memperoleh pekerjaan.
"Si pelaku ini ada kebutuhan ekonomi. Hasil kejahatan itu rencananya dipakai untuk makan, membeli rokok, dan kebutuhan sehari-hari," kata Andre.
Sebelumnya, korban ditemukan keluarganya dalam kondisi kedua tangan dan kaki terikat serta mulut dilakban. Saat itu korban masih mengenakan mukena putih karena berada seorang diri di rumah ketika anak dan cucunya sedang bepergian.
Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP M. Zein menambahkan, saat kejadian sempat terdengar teriakan korban. Namun warga yang melintas mengira suara tersebut berasal dari anggota keluarga korban sehingga tidak menaruh curiga.
"Jadi sebelumnya ada warga yang hendak ke masjid mendengar teriakan korban, tetapi dikira ada anaknya di dalam rumah sehingga tidak menyadari sedang terjadi perampokan," ujar Zein.






