Jakarta — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Daerah Khusus Jakarta menggelar penyuluhan kesehatan sekaligus pemeriksaan dini untuk mendeteksi kanker serviks bagi warga binaan perempuan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pondok Bambu, Jumat (04/09/2026).
Kegiatan tersebut menyasar sebanyak 500 warga binaan, dengan rincian 300 orang dari Rutan Pondok Bambu dan 200 orang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Perempuan Jakarta.
Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak kesehatan warga binaan, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan deteksi dini kanker serviks.
Kepala Kanwil Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta, Wachid Wibowo, mengatakan pemeriksaan gratis tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sejak dini, termasuk kesehatan reproduksi perempuan.
"Tujuannya pemeriksaan ini untuk mengetahui sejak dini terkait dengan kesehatan tahanan maupun narapidana, juga melihat kesehatan reproduksi bagi tahanan maupun narapidana khususnya para wanita dan juga kanker serviks," ujar Wachid.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlebih dahulu mendapatkan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi serta pentingnya deteksi dini kanker serviks. Setelah penyuluhan, pemeriksaan dilakukan secara mandiri oleh para warga binaan menggunakan alat yang telah disediakan.
Sampel hasil pemeriksaan tersebut kemudian akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui hasilnya. Dengan metode tersebut, warga binaan dapat mengikuti pemeriksaan secara mandiri tanpa harus menjalani proses pemeriksaan langsung oleh petugas medis pada saat pengambilan sampel.
Wachid mengatakan, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan warga binaan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim kesehatan yang ada di rutan serta jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
"Jadi nanti hasil pemeriksaan ini tentunya kami akan berkoordinasi dengan tim kesehatan yang ada di rutan. Kalau nanti ditemukan, tentunya kita akan juga koordinasi dan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," ujarnya.
Ia berharap pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga kondisi kesehatan mereka dapat terus dipantau selama menjalani masa pembinaan.
Sementara itu, Direktur Perawatan dan Rehabilitasi Ditjenpas, Andhayani Lubis, mengatakan deteksi dini kanker serviks perlu terus didorong di lingkungan pemasyarakatan, khususnya pada lapas dan rutan perempuan.
"Harapannya kita mengupayakan supaya seluruh pemasyarakatan khususnya lapas perempuan, rutan perempuan agar melakukan tes ini karena ini merupakan deteksi dini untuk adanya kanker serviks," ujar Andhayani.
Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu hak warga binaan yang harus menjadi perhatian jajaran pemasyarakatan. Oleh karena itu, upaya pemeriksaan dan deteksi dini perlu terus dilakukan untuk membantu mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sejak awal.
"Kesehatan warga binaan adalah merupakan hak daripada warga binaan yang harus kami perhatikan," katanya.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan di Rutan Pondok Bambu tersebut, Ditjenpas berharap upaya deteksi dini kanker serviks dapat semakin diperluas di lingkungan pemasyarakatan.
Pemeriksaan secara berkala diharapkan dapat membantu menemukan adanya indikasi penyakit lebih awal sehingga warga binaan yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan dapat segera mendapatkan tindak lanjut medis.






