Jakarta – Perumda Pasar Jaya memperkuat pengelolaan sampah di seluruh pasar yang dikelolanya dengan menyiagakan 58 personel Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Bersama Bersih Pasar (GEBER) serta menyediakan tong sampah pilah di 146 pasar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, sekaligus mendukung upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan.
Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatullah, mengatakan pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni dengan membiasakan pedagang dan pengunjung memilah sampah sebelum dibuang.
"Kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para pedagang maupun masyarakat selaku pengunjung pasar," kata Topik di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/07/2026).
Menurut dia, penyediaan tong sampah pilah di seluruh pasar diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Dengan begitu, pasar tradisional dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Selain memperkuat sarana pemilahan sampah, Perumda Pasar Jaya juga menjalankan proyek percontohan pengelolaan sampah bersama LAPI ITB di Pasar Induk Kramat Jati. Pada kesempatan yang sama, Perumda Pasar Jaya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT FBR untuk mendukung optimalisasi pengelolaan sampah.
"Kami juga menjalankan proyek percontohan (pilot project) pengelolaan sampah bekerja sama dengan LAPI ITB di Pasar Induk Kramat Jati. Tadi kami menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT FBR untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih optimal," ujarnya.
Topik menjelaskan, 58 personel Satgas GEBER akan bertugas mengawasi pelaksanaan program sekaligus memberikan edukasi kepada pedagang dan pengunjung mengenai pentingnya memilah sampah dari sumbernya.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut bergantung pada kolaborasi seluruh pihak di lingkungan pasar, mulai dari pengelola, pedagang hingga masyarakat.
"Ini demi mewujudkan lingkungan pasar yang lebih bersih serta mendukung Jakarta menjadi kota global yang berkelanjutan," pungkasnya.






