Jakarta — Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggandeng Patriot Garda Indonesia untuk memperkuat program pembinaan bagi warga binaan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup pembinaan kepribadian, kerohanian Kristen, kesehatan mental, dan kesehatan jasmani.
Salah satu program yang dijalankan dalam kerja sama tersebut adalah pendidikan keagamaan melalui Sekolah Alkitab serta Program Aksi Kesetaraan Pendidikan Tinggi Teologi. Program ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengikuti pendidikan hingga jenjang Strata 1 (S-1) Teologi.
Sebanyak 36 warga binaan tercatat mengikuti program pendidikan tersebut. Rinciannya, 13 orang mengikuti program S-1 Teologi, sedangkan 23 lainnya mengikuti Sekolah Alkitab Bersertifikat.
Selain pendidikan keagamaan, kerja sama tersebut juga mencakup kegiatan konseling kesehatan mental dan pembinaan kesehatan jasmani bagi warga binaan.
Kepala Lapas Narkotika Jakarta Aliandra Harahap mengatakan, program pembinaan tidak hanya diarahkan untuk mengisi masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
“Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi bagaimana kita memberikan bekal pengetahuan, penguatan spiritual, kesehatan mental, dan jasmani agar Warga Binaan memiliki kesiapan untuk kembali ke masyarakat,” kata Aliandra.
Menurut dia, keterlibatan pihak eksternal dalam program pembinaan diharapkan dapat memperluas akses warga binaan terhadap pendidikan dan kegiatan pengembangan diri selama menjalani masa pidana.
Kerja sama Lapas Narkotika Jakarta dan Patriot Garda Indonesia selanjutnya akan diarahkan pada pelaksanaan program pembinaan secara berkelanjutan, termasuk pendidikan keagamaan, konseling, serta kegiatan yang mendukung kesehatan fisik dan mental warga binaan.






