Jakarta — Ajang Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 tak lagi sekadar seremoni penghargaan budaya. Pemerintah mendorong transformasi besar terhadap anjungan daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dari sekadar etalase menjadi pusat kreativitas dan indikator kinerja pemerintah daerah.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa anjungan daerah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tidak berhenti sebagai simbol budaya statis. Ia menilai, pengelolaan anjungan kini harus mencerminkan inovasi, efisiensi, serta kualitas pelayanan publik.
“Penghargaan ini bukan hanya apresiasi, tapi instrumen untuk mengukur kinerja dan mendorong inovasi daerah,” ujar Fadli dalam acara TMII Awards 2026 pada Jumat (01/05/2026).
Menurutnya, anjungan daerah memiliki posisi strategis sebagai wajah budaya Indonesia. Namun lebih dari itu, anjungan juga diharapkan berkembang menjadi ruang hidup yang aktif—menampilkan program budaya yang orisinal, edukatif, dan relevan dengan generasi masa kini.
Transformasi ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah untuk menjadikan budaya sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif nasional. Dengan pengelolaan yang inovatif, anjungan tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas seni, kolaborasi komunitas, hingga pengembangan potensi lokal.
Dalam penilaian TMII Awards 2026, aspek yang dilihat tak hanya tampilan fisik, tetapi juga mencakup tata kelola, pelayanan publik, aktivasi kegiatan budaya, hingga pemanfaatan teknologi.
Hasilnya, Anjungan Kalimantan Selatan berhasil meraih posisi terbaik, disusul Bali dan Jawa Tengah. Capaian ini menunjukkan bahwa konsistensi inovasi dan pengelolaan profesional menjadi kunci utama dalam pengembangan budaya daerah.
Pemerintah berharap pendekatan ini dapat mengubah cara pandang terhadap pelestarian budaya. Tidak lagi sekadar menjaga warisan, tetapi juga menghidupkannya dalam bentuk yang adaptif dan berkelanjutan.
Melalui TMII Awards, anjungan daerah kini didorong menjadi lebih dari sekadar representasi budaya—melainkan simbol kemajuan, kreativitas, dan daya saing daerah di tingkat nasional hingga global.






