Jakarta — Aksi pencurian kembali meresahkan. Kali ini, pintu pagar rumah milik Trismina yang berada di Jalan Sepakat I, RT 01 RW 01, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, dilaporkan hilang dan diduga dicuri oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Selasa (20/1/2026).
Pemilik rumah, Trismina menuturkan, kejadian awalnya diketahui saat anjing peliharaannya menggonggong keras sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ia tengah berada di bagian belakang rumah.
“Saya keluar karena anjing menggonggong. Kondisi masih sepi, saya kira ada kurir paket, tapi setelah dicek tidak ada apa-apa,” ujar Trismina, Rabu (21/1/2026).
Merasa tidak ada hal mencurigakan, Trismina kembali masuk ke dalam rumah. Namun, sekitar lima menit kemudian, anjing kembali menggonggong sehingga ia kembali keluar untuk mengecek kondisi sekitar.
“Saya lihat ke depan, pintu pagar sudah terbuka penuh. Padahal sebelumnya hanya terbuka setengah. Pas saya dekati, ternyata pintu pagarnya sudah tidak ada,” jelasnya.
Trismina sempat memeriksa kondisi sekitar rumah, namun situasi sudah sepi dan tidak terlihat aktivitas mencurigakan. Tak lama kemudian, tetangga yang masih memiliki hubungan keluarga datang ke lokasi dan menyarankan agar kejadian tersebut dilaporkan kepada ketua keamanan lingkungan.
“Saya kemudian melapor ke ketua keamanan yang juga kepala pos ronda,” tambahnya.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga sekitar, pelaku diduga seorang pria muda. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat datang menggunakan sepeda motor, mengenakan kaos, lalu mengangkat pintu pagar dan meletakkannya di bagian depan motor sebelum melarikan diri.
“Di rekaman CCTV terlihat pelaku sempat merapikan motornya, kemudian mengangkat pintu pagar dan kabur ke arah Tundok Ranggon,” ungkap Trismina.
Trismina memperkirakan aksi pencurian terjadi antara pukul 04.30 hingga 06.00 WIB, saat kondisi lingkungan relatif sepi. Menurutnya, rentang waktu tersebut memang kerap dianggap sebagai jam rawan.
“Jam empat masih ada aktivitas, tapi sekitar jam lima itu sudah sepi,” ujarnya.
Ia juga menyebut, sebelumnya kasus pencurian lebih sering terjadi di kawasan belakang permukiman, terutama pencurian sepeda motor. Atas kejadian ini, Trismina berharap keamanan lingkungan dapat lebih ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan.
“Saya berharap ke depan keamanan lingkungan bisa lebih diperketat dan semua lebih waspada,” pungkasnya.






