Jakarta – Petugas gabungan menggelar razia mendadak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta, Kamis (17/09/2026) malam. Dari penggeledahan yang menyasar area hunian, petugas tidak menemukan narkoba maupun alat komunikasi ilegal.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus Jakarta Wachid Wibowo mengatakan razia dilakukan secara insidental dengan melibatkan sejumlah unsur aparat penegak hukum dan instansi terkait.
"Kami pada Kamis malam melaksanakan razia yang sifatnya insidental atau mendadak dan ini kami lakukan secara gabungan," ujar Wachid.
Sebanyak 110 petugas dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Ditpatnal) Ditjenpas, jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Polres Metro Jakarta Timur, Koramil, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Timur, serta unsur Brimob.
Sebelum penggeledahan dimulai, seluruh personel mengikuti apel untuk memastikan kesiapan petugas dan pelaksanaan pemeriksaan di lingkungan lapas.
Razia kemudian menyasar area hunian yang dihuni lebih dari 2.000 warga binaan, yang seluruhnya menjalani pidana dalam perkara narkotika.
Wachid mengatakan dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan narkoba maupun telepon seluler ilegal. Petugas hanya mendapati sejumlah benda berbahan logam yang penggunaannya dibatasi di dalam blok hunian.
"Kami bersyukur Alhamdulillah tidak ditemukan narkoba dan alat komunikasi ilegal," ujar Wachid.
Beberapa barang yang diamankan di antaranya sendok berbahan logam dan gunting kecil. Barang-barang tersebut selanjutnya diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain penggeledahan, petugas juga melakukan pemeriksaan urine untuk memastikan kondisi warga binaan dan petugas yang bertugas di lingkungan lapas.
Sebanyak 50 warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani tes urine yang dilakukan BNNK Jakarta Timur. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap petugas keamanan yang berhubungan langsung dengan warga binaan dan pelayanan.
"Hasilnya semua negatif. Urine juga dilakukan khusus untuk petugas keamanan yang berhubungan langsung dengan warga binaan dan pelayanan, semua hasilnya negatif," kata Wachid.
Menurut Wachid, razia gabungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus tindak lanjut perintah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga lingkungan lapas tetap bebas dari narkoba serta mencegah peredaran alat komunikasi ilegal di dalam hunian warga binaan.






