Jakarta - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta menjadi ruang bagi warga binaan untuk merefleksikan perjalanan hidup sekaligus mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Sekitar 700 warga binaan yang merupakan perwakilan dari setiap blok hunian mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Nabi yang diisi dengan tausiah serta sesi berbagi pengalaman bersama motivator sekaligus seniman Dik Doank dan Ustaz Chavchay Syaifullah, Rabu (26/08/2026).
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta Aliandra Harahap mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi peringatan keagamaan, tetapi juga kesempatan bagi warga binaan untuk mendapatkan pengalaman dan motivasi dari sosok yang memiliki perjalanan hidup.
"Alhamdulillah pagi hari ini kita telah melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk memberikan pengalaman hidup kepada warga binaan," kata Aliandra.
Menurut Aliandra, pengalaman Dik Doank dalam menjalani perubahan kehidupan diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
"Untuk memberikan pengalaman hidup kepada warga binaan bagaimana pengalaman yang dimiliki oleh Bang Dik Doank ketika hijrah di kehidupan selebriti ke kehidupan yang dekat dengan nilai-nilai agama," ujarnya.
Aliandra berharap pesan dan pengalaman yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat memberikan gambaran kepada warga binaan bahwa masa menjalani pidana dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri.
"Kami harapkan motivasi dari beliau bisa jadi gambaran bagi warga binaan yang di sini sedang menjalankan masa hukuman di Lapas Narkotika Jakarta ini," katanya.
Ia mengatakan warga binaan saat ini memiliki kesempatan untuk mempersiapkan bekal sebelum kembali ke masyarakat. Karena itu, nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan.
"Saat ini mereka sedang mempersiapkan diri mendapatkan bekal menjadi lebih baik sebelum mereka bebas, dan masa depan tentu masih ada ketika mereka terus berusaha menjadi lebih baik," ujar Aliandra.
Dalam kegiatan tersebut, Dik Doank juga mengajak warga binaan melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Ia mengatakan kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan secara fisik, tetapi juga kemampuan seseorang memahami aturan, norma, dan nilai dalam kehidupan.
Dik Doank berharap proses perubahan yang dijalani warga binaan dapat membawa dampak positif ketika mereka nantinya kembali ke lingkungan masyarakat.






