Jakarta - Sebanyak 35 rumah warga di wilayah DKI Jakarta direnovasi jajaran Polda Metro Jaya melalui program bedah rumah. Salah satu rumah yang direnovasi berada di kawasan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri meresmikan secara simbolik rumah-rumah tersebut di Jalan Serut Gang Randu RT 04/04, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (21/8/2026).
Puluhan warga penerima bantuan juga mendapatkan kunci rumah setelah proses renovasi rampung.
Di Pondok Ranggon, rumah yang direnovasi memiliki luas sekitar 50 meter persegi. Rumah tersebut terdiri dari ruang tamu, satu kamar tidur, ruang makan, kamar mandi, dan dapur.
Sejumlah fasilitas dasar juga telah dilengkapi, mulai dari sofa di ruang tamu hingga kasur, bantal, dan guling di kamar tidur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto mengatakan, warga yang mendapatkan bantuan sebelumnya diajukan oleh Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
"Pengajuan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas. Kemudian masyarakat menyiapkan beberapa dokumen, seperti surat keterangan RT dan RW, legalitas kepemilikan bangunan dan tanah serta dokumen lainnya," kata Bhudi di lokasi, Jumat.
Menurut Bhudi, program tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak.
Dari total 35 rumah yang direnovasi, empat di antaranya berada di wilayah Jakarta Timur. Sementara rumah lainnya tersebar di 11 polres jajaran Polda Metro Jaya.
Tak hanya renovasi rumah, polisi juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar. Bantuan tersebut antara lain berupa beras, minyak, gula dan teh.
Bhudi mengatakan program serupa berpotensi kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT Bhayangkara dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu penerima bantuan, Maryati, mengaku lega rumahnya kini lebih nyaman ditempati. Sebelum direnovasi, rumah tersebut belum memiliki plafon sehingga kamar anaknya kerap bocor ketika hujan turun.
"Kalau dulu enggak ada plafonnya, kasihan anak-anak. Lagi tidur tengah malam hujan suka bocor, saya pindahin dulu," ujar Maryati.
Ibu dua anak itu mengatakan kondisi ekonomi keluarga membuat dirinya kesulitan memperbaiki rumah. Suaminya bekerja sebagai kuli di toko bahan bangunan, sementara penghasilannya lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak.
"Alhamdulillah sekarang sudah bagus, sudah layak huni. Terima kasih buat bapak polisi dan Pak Presiden Prabowo," kata Maryati.






