Jakarta — Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mendorong Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk bertransformasi menjadi mitra strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, pengawasan intern kini dituntut lebih adaptif dan memberikan nilai tambah nyata, bukan sekadar memastikan kepatuhan administrasi.
“APIP harus mampu meningkatkan kualitas tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian kecurangan. Model kapabilitasnya juga perlu diperbarui agar sesuai dengan standar terkini,” kata Ateh dalam Workshop Peningkatan Kapabilitas APIP di Auditorium Gandhi, Kantor BPKP Pusat, Selasa (28/10/2025).
Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari menilai, APIP memiliki peran penting dalam memastikan organisasi pemerintah berjalan efektif dan akuntabel. Ia menekankan pentingnya pengawasan berbasis risiko dan independensi auditor.
“APIP tidak cukup hanya jadi pengawas, tapi harus bisa menjadi mitra strategis manajemen,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Setya Nugraha menambahkan, penguatan kapabilitas APIP berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas rekomendasi pengawasan di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“APIP yang kapabel bisa memberi masukan strategis dan meningkatkan kredibilitas instansi pemerintah,” ucapnya.
BPKP menargetkan, pembaruan model kapabilitas APIP dapat menjadikan pengawasan intern lebih relevan, substantif, dan berdampak langsung pada peningkatan akuntabilitas pembangunan nasional.






