Jakarta – Jembatan penghubung Jakarta–Bekasi di Jalan Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, ambles pada Senin (02/03/2026). Insiden tersebut mengakibatkan akses kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Bagian jembatan yang ambles diperkirakan memiliki lebar sekitar lima meter dengan kedalaman kurang lebih tiga meter. Untuk mengantisipasi kecelakaan, petugas memasang garis pembatas dan menutup sementara jalur bagi kendaraan roda empat.
Sementara itu, sepeda motor masih diperbolehkan melintas secara bergantian dengan pengaturan di lokasi.
Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas warga, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari. Arus lalu lintas di sekitar lokasi dilaporkan mengalami perlambatan karena sejumlah pengendara terpaksa memutar arah untuk mencari jalur alternatif.
Salah seorang warga, Ade, menduga amblesnya jembatan disebabkan faktor usia bangunan serta tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari.
“Pertama mungkin karena faktor usia bangunan. Kedua, kalau lihat ke bawah, bagian bawah jembatan sudah berlubang. Ditambah lagi sering dilalui mobil besar seperti truk, jadi akhirnya ambles,” ujar Ade.
Ia menambahkan, kondisi struktur bawah jembatan yang sudah berlubang memperlemah konstruksi sehingga tidak lagi mampu menahan beban kendaraan.
“Sempat diperbaiki, tapi mungkin konstruksinya tidak kuat, jadi ambles lagi. Seharusnya dari awal dibangun ulang karena bagian bawahnya memang sudah rusak,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan dan perbaikan menyeluruh. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses alternatif penting yang menghubungkan wilayah Jakarta Timur dengan Bekasi.






