Jakarta — Penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan serentak di sejumlah wilayah Jakarta Timur pada Senin (20/04/2026) siang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengendalian populasi ikan invasif yang dinilai merusak ekosistem perairan.
Salah satu titik penangkapan berada di pintu air Banjir Kanal Timur (BKT), Malakasari. Di lokasi tersebut, petugas berhasil menangkap sekitar 120 ekor ikan sapu-sapu.
Ketua Kecamatan Duren Sawit, Kelik Sutanto, mengatakan hasil tangkapan dari berbagai titik akan dikumpulkan di tingkat kecamatan untuk kemudian ditimbang sebelum dikubur secara massal di kawasan Cipayung.
“Kegiatan ini rencananya akan dilakukan secara rutin. Ke depan, kami juga menyiapkan lomba penangkapan ikan sapu-sapu di tingkat kecamatan,” ujar Kelik.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian ikan sapu-sapu yang bersifat invasif. Selain itu, ikan tersebut juga dinilai tidak layak dikonsumsi.
“Kami berharap masyarakat ikut terlibat, karena ikan ini berpotensi mengandung logam berat dan bakteri dalam kadar tinggi, sehingga tidak aman dikonsumsi,” jelasnya.
Selain berdampak pada kesehatan, keberadaan ikan sapu-sapu juga disebut dapat merusak infrastruktur di aliran sungai.
“Ikan ini dapat merusak turap di sepanjang kali dan sungai, sehingga pengendaliannya perlu dilakukan secara berkelanjutan,” tutupnya.
Penangkapan dilakukan di tujuh titik yang tersebar di seluruh kelurahan di Kecamatan Duren Sawit. Hingga sore hari, total hasil tangkapan masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 200 ekor.






