Jakarta - Puluhan siswa bersama para guru dari berbagai sekolah di Jakarta Timur menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat itu menjadi bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh.
Doa bersama tersebut digelar pada Sabtu siang dalam rangkaian acara Festival Ruang Seni Siswa bertajuk “Jaktim Fest 2025”. Suasana festival yang semula meriah mendadak hening ketika panitia mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan doa bagi para korban bencana.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah 1, M Fahmi, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk nyata penguatan karakter siswa, terutama dalam hal empati dan nilai kemanusiaan.
“Pelajar kita memiliki semangat empati, akhlak mulia, dan nilai-nilai kemanusiaan. Bermusik sebenarnya memperhalus rasa, dan perwujudannya tampak ketika mereka memberikan doa kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Jangan sampai saat mereka terkena bencana, kita justru bergembira berlebihan. Melalui doa bersama ini, kita turut prihatin dengan apa yang terjadi di Sumatera dan Aceh,” ujar Fahmi.
Usai doa bersama, rangkaian festival dilanjutkan dengan kompetisi musik yang diikuti 40 grup band pelajar, terdiri atas 25 grup band dari tingkat SMA/SMK dan 15 grup band tingkat SMP. Mereka tampil di hadapan juri yang telah berkompeten dalam bidang seni musik.
Para pemenang kompetisi akan mendapatkan piala serta piagam penghargaan dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur. Penghargaan ini juga dapat digunakan untuk menunjang jalur prestasi non-akademis para peserta.






