Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta menggelar simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan petugas dan warga binaan, Senin (02/11/2026). Kegiatan ini mencakup pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta simulasi menghadapi situasi darurat di lingkungan gedung dan blok hunian.
Kegiatan yang berlangsung di area gazebo lapas tersebut dibuka oleh Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Aliandra Harahap. Pembekalan turut diberikan oleh Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Provinsi DKI Jakarta, Rian Sarsono.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tindakan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan medis. Mereka juga mengikuti simulasi penanganan bencana untuk memahami prosedur penyelamatan, pembagian peran, serta koordinasi ketika menghadapi keadaan darurat.
Pelibatan warga binaan menjadi salah satu bagian dari kegiatan tersebut. Selain petugas, penghuni lapas dinilai perlu memahami prosedur keselamatan, mengingat potensi keadaan darurat dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan respons cepat dari seluruh orang yang berada di dalam lingkungan lapas.
Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Aliandra Harahap, mengatakan pemahaman mengenai prosedur penyelamatan perlu dimiliki oleh petugas maupun warga binaan.
"Keselamatan petugas maupun warga binaan adalah prioritas. Kita tidak boleh lengah menghadapi potensi bencana. Seluruh penghuni lapas harus memahami langkah-langkah penyelamatan dan mampu bertindak cepat serta tepat ketika menghadapi situasi darurat," kata Aliandra.
Simulasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan petugas dan warga binaan dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus menguji kesiapan koordinasi di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan kondisi lapas yang memiliki gedung dan blok hunian dengan karakteristik berbeda, pemahaman mengenai prosedur evakuasi dan penanganan keadaan darurat menjadi aspek penting dalam menjaga keselamatan seluruh penghuni.






