Jakarta – Banjir setinggi hingga 175 sentimeter yang merendam wilayah RT 13/04 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara, tak sepenuhnya menghentikan aktivitas warga. Alih-alih mengungsi, sebagian besar warga memilih bertahan dan beradaptasi dengan kondisi yang ada.
Sejak Senin (04/05/2026), genangan air melumpuhkan sejumlah aktivitas, termasuk kegiatan belajar anak-anak. Namun, di tengah keterbatasan, anak-anak justru memanfaatkan banjir sebagai ruang bermain, berenang di sekitar rumah mereka.
Sementara itu, warga dewasa tetap menjalankan aktivitas harian dengan menerjang genangan. Pada Selasa (05/05/2026) pagi, ketinggian air mulai berangsur surut hingga sekitar 70–80 sentimeter, meski masih menghambat mobilitas.
Joni, salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa kenaikan air terjadi dengan cepat setelah adanya informasi status siaga dua di pintu air Depok.
“Pas adzan Magrib air tiba-tiba naik. Sekitar jam 22.00 sudah sampai satu meter, bahkan sempat 175 sentimeter,” ujarnya.
Menurutnya, derasnya air kiriman dari wilayah Bogor, Jawa Barat, menjadi penyebab utama banjir yang kembali melanda kawasan tersebut.
Meski demikian, warga memilih tidak mengungsi. Mereka sudah terbiasa menghadapi kondisi serupa setiap kali debit air meningkat.
“Untuk banjir kali ini, enggak ada yang ngungsi,” tambahnya.
Ketua RT 13, Sanusi, menyebut banjir di wilayahnya memang kerap terjadi, terutama saat pintu air di Depok berstatus siaga dua. Ia memastikan kondisi saat ini mulai membaik.
“Sekarang sudah mulai surut, kira-kira tinggal satu meteran,” ujarnya.
Banjir di Kebon Pala kali ini dipicu kombinasi hujan deras dan kiriman air dari hulu, yang kembali menguji daya tahan warga dalam menghadapi siklus tahunan tersebut.






