Jakarta — Banjir merendam permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (20/04/2026) siang. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga dua meter, menyebabkan aktivitas warga lumpuh.
Banjir terjadi sejak pagi hari setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kondisi diperparah oleh kiriman air dari hulu Sungai Ciliwung yang meningkatkan debit hingga meluap ke kawasan permukiman padat penduduk. Air dilaporkan naik dengan cepat dan merendam rumah warga dalam waktu singkat.
Ketua RT 13 RW 4 Kebon Pala, Sanusi, mengatakan sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, sebagian warga lainnya memilih bertahan di rumah sambil menyelamatkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
“Kondisi ini juga diperparah oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air, serta letak permukiman yang berada di dataran rendah,” ujar Sanusi.
Hingga Senin siang, sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan dari pihak terkait, baik berupa logistik maupun evakuasi.
Dari sisi keamanan, aliran listrik di beberapa titik telah dipadamkan sementara guna mengantisipasi risiko korsleting dan sengatan arus listrik. Untuk akses jalan, sebagian ruas masih dapat dilalui kendaraan, namun warga diimbau tetap berhati-hati karena genangan air masih cukup tinggi.
Sanusi juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun di wilayah hulu.
“Warga diharapkan tetap siaga dan berhati-hati karena potensi banjir susulan masih bisa terjadi,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan, terutama makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan.
Meski sempat meningkat drastis pada pagi hari, ketinggian air dilaporkan mulai berangsur surut pada siang hari, meskipun sejumlah titik masih tergenang. Hingga kini, warga masih berupaya bertahan dan membersihkan rumah sambil menunggu air benar-benar surut.






