Jakarta — Kenaikan harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional kembali dikeluhkan. Di Pasar Prumnas Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, para pedagang daging sapi bahkan memilih mogok berjualan sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga daging, Kamis (22/01/2026).
Pantauan di lokasi, aksi mogok tersebut berlangsung di kawasan Jl. Teratai Putih Raya No. 19, Kelurahan Malaka Sari. Sejumlah lapak daging tampak tutup, sementara para pedagang melakukan aksi protes yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Mereka menuntut agar harga daging kembali stabil dan terjangkau.
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas jual beli di pasar. Sejumlah pembeli mengaku kesulitan mendapatkan daging sapi, sementara pelaku usaha makanan turut terdampak.
Nur Kholik, pedagang bakso di sekitar Pasar Prumnas Klender, mengaku kecewa karena tidak bisa mendapatkan pasokan daging sapi seperti biasanya.
“Saya mau beli daging, tapi ternyata tidak ada karena para pedagang mogok berjualan akibat harga daging yang mahal. Akhirnya saya terpaksa membuat bakso dari daging ayam supaya tetap bisa berjualan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga daging agar para pedagang dan pelaku usaha kecil tidak terus dirugikan.
Keluhan serupa disampaikan Aisyah, seorang ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di pasar tersebut. Mengetahui adanya aksi mogok, ia sempat mendatangi pasar dengan harapan masih bisa membeli daging sapi.
“Saya dengar ada kenaikan harga dan pedagang demo, jadi saya ke pasar. Tapi ternyata banyak yang tidak berjualan. Saya kecewa karena tidak bisa membeli daging,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang masih menunggu adanya kepastian terkait penurunan harga daging agar aktivitas jual beli di pasar dapat kembali normal.






