Jakarta – Mahasiswa Program Studi Manajemen Komunikasi Institut STIAMI menggelar kegiatan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) di Panti Aksi Nyata Foundation, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/10/2026).
Mengusung tema “Melukis Cerita, Membangun Mimpi”, kegiatan ini bertujuan mendorong kreativitas, keberanian, dan keterampilan komunikasi anak-anak melalui aktivitas edukatif yang dikemas secara menyenangkan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti 15 anak yatim dan dhuafa berusia 5–11 tahun. Sebanyak 22 mahasiswa terlibat sebagai panitia, dengan Rachmadina Chairinissa bertindak sebagai ketua pelaksana.
Program bertajuk “COMMUNICATION: Berbagi Canda, Inspirasi, dan Keterampilan Komunikasi Bareng Anak Panti Asuhan” ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Project Komunikasi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menerapkan ilmu komunikasi secara langsung sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Belajar Komunikasi Lewat Permainan
Kegiatan dirancang menggunakan pendekatan edutainment, yakni menggabungkan unsur pendidikan dan hiburan agar anak-anak dapat belajar tanpa merasa sedang digurui.
Acara diawali dengan sapaan pembuka dan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan panitia serta pihak Panti Aksi Nyata Foundation. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana Rachmadina Chairinissa turut mewakili dosen pengampu mata kuliah Project Komunikasi, Rd. Dancu Lokita Pramesti Dewi, S.I.Kom., M.Si.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga menyerahkan bantuan berupa donasi dan paket sembako kepada pengurus Panti Aksi Nyata Foundation.
Suasana kemudian dibangun melalui sesi ice breaking dan permainan interaktif yang disesuaikan dengan dua kelompok usia, yakni 5–8 tahun dan 9–11 tahun. Aktivitas ini mendorong anak-anak untuk berinteraksi, berpartisipasi, dan mulai berani menyampaikan pendapat di hadapan teman-temannya.
Seiring berjalannya kegiatan, suasana semakin cair. Anak-anak tampak antusias mengikuti permainan dan berinteraksi dengan para mahasiswa. Rangkaian aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keberanian serta kemampuan berkomunikasi sejak dini.
Melukis Tote Bag, Menuangkan Imajinasi dan Cita-Cita
Salah satu kegiatan utama dalam program CSR ini adalah lokakarya melukis tote bag. Setiap anak memperoleh perlengkapan melukis untuk menuangkan ide dan imajinasinya ke dalam tas kain polos.
Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri melalui warna dan gambar sesuai minat masing-masing. Tote bag yang semula polos kemudian menjadi media bagi mereka untuk menuangkan kreativitas dan menceritakan hal-hal yang disukai maupun cita-cita yang ingin diraih.
Setelah sesi melukis, anak-anak diajak memperkenalkan diri dan menceritakan hasil karyanya di depan peserta lain. Sesi berbagi ini dirancang sebagai latihan sederhana untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), dan keterampilan mengekspresikan gagasan.
Kegiatan berlanjut dengan mini talent show, yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan bakat mereka. Penampilan tersebut disambut tepuk tangan dari mahasiswa dan peserta lainnya, menambah suasana hangat sepanjang acara.
Pengurus Panti Aksi Nyata Foundation, Rina, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, aktivitas yang diberikan mahasiswa membawa manfaat bagi anak-anak asuh, terutama dalam mendukung perkembangan keterampilan motorik.
“Project CSR ini bagus, banyak kesan baiknya untuk adik-adik dan sangat membantu untuk melatih motorik mereka,” ujar Rina.
Di sela kegiatan, panitia turut membagikan makanan ringan dan susu kepada anak-anak. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai dokumentasi kegiatan.
Persiapan 28 Hari di Tengah Kesibukan Mahasiswa
Di balik pelaksanaan kegiatan, panitia menjalani persiapan selama 28 hari. Berbagai kebutuhan, mulai dari penyusunan susunan acara (rundown), pengelolaan dana, hingga persiapan perlengkapan, dikoordinasikan agar program dapat berjalan sesuai rencana.
Ketua pelaksana Rachmadina Chairinissa mengatakan, proses persiapan dilakukan secara matang meskipun para mahasiswa harus membagi waktu antara perkuliahan dan pekerjaan.
“Persiapan CSR kami ini genap di 28 hari. Banyak persiapan kami, baik rundown, dana, dan lain-lain, kami persiapkan secara matang. Kami juga tidak hanya kuliah, namun kami juga sambil bekerja,” kata Rachmadina.
Persiapan tersebut menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa dalam mengelola proyek komunikasi, membangun kerja sama tim, serta mengoordinasikan berbagai kebutuhan kegiatan sosial. Pelaksanaan program juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan keterampilan komunikasi dan manajemen proyek yang dipelajari di bangku kuliah.
Mengaplikasikan Ilmu Komunikasi untuk Masyarakat
Kegiatan CSR ini merupakan bagian dari tugas besar mata kuliah Project Komunikasi di Program Studi Manajemen Komunikasi Institut STIAMI. Selain memenuhi tujuan pembelajaran, program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami pentingnya kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan acara, tetapi juga berupaya menciptakan pengalaman yang bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan. Aktivitas melukis, permainan interaktif, dan sesi berbagi dirancang untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengembangkan kreativitas serta keberanian mengekspresikan diri.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa ilmu komunikasi dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk membangun interaksi yang positif dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.
Melalui program bertema “Melukis Cerita, Membangun Mimpi”, mahasiswa Manajemen Komunikasi Institut STIAMI berharap anak-anak Panti Aksi Nyata Foundation terus berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan percaya diri dalam menyampaikan gagasan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kontribusi sosial tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Melalui aktivitas sederhana, seperti melukis dan berbagi cerita, kepedulian dapat diwujudkan menjadi pengalaman bermakna yang membuka ruang bagi kreativitas dan tumbuhnya mimpi-mimpi baru.






