Jakarta – Alfamidi Cabang Bekasi menggandeng Bank Sampah Ireka Rayon IV di Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kolaborasi yang diluncurkan pada 9 Oktober 2026 itu mencakup pendampingan pengelolaan bank sampah, dukungan fasilitas, hingga pelatihan daur ulang.
Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Alfamidi bertajuk Kampung Merdeka. Pendampingan dirancang berlangsung dalam jangka panjang dengan fokus pada peningkatan kapasitas pengurus dan keterlibatan warga dalam memilah serta mengolah sampah.
Peluncuran program dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Kecamatan Matraman, Kelurahan Kebon Manggis, pengurus Asosiasi Bank Sampah DKI Jakarta dan Jakarta Timur, serta 50 nasabah Bank Sampah Ireka.
Melalui program ini, Alfamidi berencana memberikan bimbingan manajerial, membantu penyediaan sarana dan prasarana, serta mengadakan pelatihan pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Branch Manager Alfamidi Cabang Bekasi, Gunardi, mengatakan program tersebut diharapkan dapat membantu Bank Sampah Ireka memperbaiki pengelolaan organisasi sekaligus memperluas partisipasi warga.
“Kami berharap Bank Sampah Ireka semakin berkembang, memiliki pengelolaan yang lebih baik, serta mampu mengajak lebih banyak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah,” kata Gunardi.
Sekretaris Lurah Kebon Manggis, Sigit Priyono, turut mengapresiasi keterlibatan Alfamidi dalam mendukung kegiatan pengelolaan sampah di wilayahnya. Ia menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Bank Sampah Ireka sebagai mitra program tersebut.
Ketua Bank Sampah Ireka Rayon IV, Aris Suroto, mengatakan dukungan perusahaan menjadi dorongan bagi para penggiat lingkungan untuk mempertahankan dan mengembangkan kegiatan bank sampah.
“Manfaat yang paling terasa dari bantuan CSR Kampung Merdeka Alfamidi adalah meningkatnya moral dan semangat para penggiat lingkungan untuk terus bertahan dan mengembangkan bank sampah agar semakin berdampak bagi pengurus maupun lingkungan,” ujar Aris.
Keberlanjutan program ini akan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan Bank Sampah Ireka. Selain dukungan fasilitas dan pelatihan, keterlibatan warga secara konsisten diperlukan agar kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan pendampingan tersebut, Bank Sampah Ireka diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pengelolaan sekaligus memperluas jangkauan kegiatan lingkungan di tengah masyarakat.






