Jakarta — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur DKI Jakarta sejak dini hari kembali memicu banjir di wilayah Jakarta Timur. Sejumlah permukiman warga di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, terendam banjir akibat luapan Kali Cakung, Kali Cakung Drain, serta terbatasnya kapasitas drainase lingkungan.
Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, mengatakan banjir berdampak pada sedikitnya empat rukun warga (RW), yakni RW 03, RW 06, RW 07, dan RW 08. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter di sejumlah titik terparah.
“Di beberapa lokasi, ketinggian air sempat mencapai pinggang orang dewasa. Kondisi ini cukup membahayakan, terutama bagi lansia dan anak-anak,” kata Yasir saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).
Akibat banjir tersebut, aktivitas warga lumpuh. Sejumlah ruas jalan lingkungan tidak dapat dilalui kendaraan, sementara akses menuju fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan layanan kesehatan ikut terganggu. Warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, bahkan sebagian memilih mengungsi demi keselamatan.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, banjir diperkirakan menimbulkan kerugian material, terutama bagi warga yang rumahnya terendam lebih dari satu meter.
Untuk menangani dampak banjir, aparat kelurahan bersama BPBD DKI Jakarta, PPSU, serta unsur terkait melakukan evakuasi warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan warga yang sakit. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet milik BPBD.
“Kami memprioritaskan keselamatan warga, terutama lansia dan warga yang membutuhkan penanganan khusus,” ujar Yasir.
Selain evakuasi, Kelurahan Cakung Barat menyiagakan dapur umum di halaman kantor kelurahan guna memenuhi kebutuhan makan warga terdampak. Penyediaan makanan siap saji didukung oleh Baznas Bazis Kota Jakarta Timur dan Suku Dinas Sosial.
“Kondisi warga belum memungkinkan untuk memasak sendiri. Dapur umum kami siagakan agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi,” jelasnya.
Berdasarkan pendataan sementara, lebih dari 1.000 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut.
Rinciannya, sekitar 300 jiwa di RW 03 mengungsi di musala, 300 jiwa di RW 06 mengungsi di Musala At-Taqwa, serta sekitar 600 jiwa di RW 08, dengan sebagian warga mengungsi di Gereja GBI Kampung Baru.
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang kerap berulang setiap musim hujan, mulai dari normalisasi kali, perbaikan drainase, hingga pembangunan sarana pengendali banjir.
Sementara itu, BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Hingga Minggu sore, genangan air masih terlihat di sejumlah titik di Cakung Barat.






