ilustrasipemerkosaan

Warungjurnalis, Jakarta – Dalam menjalin hubungan asmara di luar nikah, acap kali ada pasangan yang sampai melakukan hubungan mesra. Situasi semakin rumit saat kemesraan itu direkam dan belakangan kisah pacaran itu retak. Salah satu pihak mengancam akan menyebarkannya.

Hal itu diceritakan pembaca Followers Warung Jurnalis:

Selamat malam,

Saya R, tinggal di Jakarta
Saya sudah dua tahun menjalin pacaran dengan W. Hubungan kami sudah sangat intim, bahkan beberapa kali memvideokan kemesraan kami. Seperti ciuman dan pelukan. Namun belum sampai video ML.

Namun hari-hari ini, pacar saya mulai berubah. Beberapa kali dia mengancam akan menyebarkan foto/video kemesraan kami. Saya panik dan khawatir. Bagaimana secara hukum kasus yang saya alami ini?

Terima kasih.

Jawaban:

Sebelumnya kami ikut berempati dengan apa yang R alami. Semoga kasusnya segera selesai.

Kami mengasumsikan hubungan mesra Anda merupakan perbuatan yang dapat membuat malu, cela, dan noda. Apabila benar video di atas tersebar lewat sosial media atau media elektronik lainnya, maka dapat dikenakan UU ITE. Apabila video kemesraan itu ada unsur kesusilaan, maka dapat dikenakan Pasal 27 ayat 1:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Nah, bila tidak mengandung unsur kesusilaan tapi membuat Anda malu, maka bisa W bisa dikenakan Pasal 27 ayat 3:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Sanksi bagi pelakunya dapat dikenakan Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016 ITE yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Bila disebarkan tidak menggunakan media elektronik maka bisa dikenakan pasal 310 ayat 1 dan 2 KUHP. Yaitu:

Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Menurut R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, bahwa untuk dapat dipidana dengan pasal tersebut di atas bahwa penghinaan itu harus dilakukan dengan cara menuduh seseorang telah melakukan perbuatan yang tertentu dengan maksud tuduhan itu akan tersiar.

Sebagai catatan, Pasal 310 KUHP dan Pasal 27 ayat (3) UU ITE tersebut merupakan delik aduan. Jadi perbuatan tersebut dapat dipidana apabila ada pengaduan dari korban yang merasa nama baiknya dicemarkan atau merasa dipermalukan karena aibnya telah tersebar ke publik.

Jadi menjawab pertanyaan Anda, maka pacar Anda dapat dilaporkan ke aparat berwajib apabila perbuatan pacar Anda mengakibatkan rasa malu, dan terhina.

Terima Kasih

Comment