HANOI, warungjurnalis.com – Pihak berwenang di Vietnam telah mendeteksi varian COVID baru yang merupakan hasil perkawinan dari varian virus Corona berbahaya dua negara. Yakni, COVID yang pertama kali diidentifikasi di India dan Inggris.

“Varian COVID baru ini menyebar dengan cepat melalui udara,” kata Menteri Kesehatan Vietnam, dikutip nature.com.

Setelah berhasil menahan penyebaran virus pada tahun lalu, Vietnam bergulat dengan peningkatan infeksi sejak akhir April 2021. Periode tersebut menyumbang lebih dari setengah dari total 6.856 kasus yang terdaftar. Sejauh ini, telah terjadi 47 kematian.

“Vietnam telah menemukan varian COVID-19 baru yang menggabungkan karakteristik dari dua varian yang pertama kali ditemukan di India dan Inggris,” ungkap Nguyen Thanh Long yang menggambarkannya sebagai hibrida dari dua varian yang diketahui.

“Bahwa yang baru adalah varian India dengan mutasi yang semula milik varian Inggris sangat berbahaya,” katanya dalam pertemuan pemerintah, disitat Reuters

 

Negara Asia Tenggara itu sebelumnya telah mendeteksi tujuh varian virus, yaitu B.1.222, B.1.619, D614G, B.1.1.7 -dikenal sebagai varian Inggris, B.1.351, A.23.1 dan B.1.617.2, varian India.

Long menjelaskan, Vietnam segera mempublikasikan data genom dari varian yang baru diidentifikasi. Genom ini lebih dapat ditularkan daripada jenis yang diketahui sebelumnya.

Pada hari Minggu, pemerintah mengatakan, pusat bisnis utama Vietnam, Kota Ho Chi Minh, akan memulai tindakan jarak sosial selama 15 hari mulai Senin dalam upaya mengekang penyebaran COVID-19.

Kota Ho Chi Minh telah mengalami lonjakan kasus yang terkait dengan misi keagamaan yang telah mencatat setidaknya 125 tes positif. “Semua acara yang mengumpulkan lebih dari 10 orang di depan umum dilarang di seluruh kota, tetapi kota sedang mempertimbangkan untuk menurunkan jumlah orang menjadi hanya lima,” kata pemerintah.

Organisasi Kesehatan Dunia telah mengidentifikasi empat varian Sars-CoV-2 yang menjadi perhatian global. Ini termasuk varian yang muncul pertama kali di India, Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

“Saat ini, kami belum melakukan penilaian terhadap varian virus yang dilaporkan di Vietnam,” kata Maria Van Kerkhove, Kepala Teknis WHO untuk COVID-19. “Kantor negara kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan di Vietnam dan kami mengharapkan lebih banyak informasi segera.”

Dari pemahaman WHO saat ini, varian yang terdeteksi di Vietnam adalah varian B.1.617.2. Ini lebih dikenal sebagai varian India, kemungkinan dengan mutasi tambahan.

“Namun, kami akan memberikan lebih banyak informasi segera setelah kami menerimanya,” ujar Van Kerkhove.

Comment