Warungjurnalis,com – Jakarta, Sejak PSBB dimulai diterapkan bulan April hingga November 2020 ini, tercatat di Jakarta Barat ada 23 ribu orang tercatat melakukan pelanggaran aturan protokol kesehatan (prokes). Dari semua jumlah tersebut, mayoritas kebanyakan pelanggar adalah anak muda.

“Hampir 80 persen merupakan anak muda. Sisanya pria/wanita dewasa dan orang tua,” kata Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, Selasa (24/11/2020).

Pelanggar prokes sempat mengalami penurunan saat penerapan PSBB transisi pada Juli lalu. Namun pelangar kembali naik pada akhir Juli hingga Agustus.

Namun kini angka pelanggar menurun namun masih ada juga ditemukan pelanggar prokes.

“Kini perlahan sudah mulai menurun, yah meski ada sedikit yang melanggar,” katanya.

Tamo menambahkan, dari hasil catatan, 70 persen pelanggaran yang dilakukan adalah tidak menggunakan masker, selebihnya tidak menjaga jarak ditemukan saat petugas merazia kantor-kantor di Jakarta Barat.

Sementara n untuk jumlah denda administrasi, dari razia yang digelar sejak April 2020 lalu. Satpol PP mencatat denda sebanyak Rp 800 juta berhasil di dapat dari yang tidak menggunakan masker dan yang tak menjaga jarak di kantoran mencapai Rp 700 juta. Artinya total jumlah denda mencapai Rp 1,5 miliar.

“Denda itu kemudian kami setorkan ke BPPRD (Badan Pendapat Penerimaan Retribusi Daerah),” tutupnya. (isa)

Comment