Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Kerumunan di Petamburan

Warungjurnalis, Jakarta – Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dituntut hukuman 2 tahun penjara dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020 lalu.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Rizieq Shihab bersalah, lantaran menghasut warga mendatangi kegiatan Maulid Nabi serta acara pernikahan putri keempatnya.

 

JPU menyebutkan hasutan eks imam besar FPI tersebut menyebabkan pelanggaran protokol kesehatan, dengan kerumunan sekitar 5.000 warga di lokasi kegiatan Maulid Nabi serta acara pernikahan putri keempatnya tersebut.

 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Rizieq bin Husein Shihab dengan pidana penjara selama dua tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5)

 

Menurut JPU, adapun hal yang memberatkan tuntutan kepada Rizieq di antaranya bahwa kerumunan warga di Petamburan tersebut memperburuk kedaruratan kesehatan masyarakat dan bertentangan dengan program pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19.

 

Selain itu, hal lainnya yang memberatkan yakni Rizieq pernah divonis bersalah dalam kasus 160 KUHP pada tahun 2003 dan 170 KUHP pada tahun 2008 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

 

Rizieq juga dituntut pencabutan hak memegang jabatan tertentu dalam suatu organisasi.

 

“Pencabutan hak terdakwa memegang jabatan pada umumnya atau jabatan tertentu, yaitu menjadi anggota dan atau pengurus organisasi kemasyarakatan selama tiga tahun,” sambungnya.

 

JPU juga meminta Majelis melarang Rizieq melakukan segala hal terkait FPI yang telah dilarang pemerintah pada tahun 2020 lalu.

 

Menanggapi tuntutan tersebut, tim kuasa hukum Rizieq menyatakan akan mengajukan pledoi atau pembelaan atas tuntutan JPU yang disampaikan pada sidang lanjutan Kamis (20/5).(KN)

Comment