oleh

Polda Kepri Ungkap Gudang Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer Bermodus Ijin Industri

Batam -Ribuan Masker dan Hand Sanitizer diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri. Ribuan masker tersebut ditemukan di Gudang PT. ESM yang beralamat di Komplek Inti Batam Business & Industrial Park, Sei Panas, Kota Batam, Kamis (05/03/2020)

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt menjelaskan bahwa Perusahaan tersebut harusnya bergerak di bidang Industri, akan tetapi mereka menyalahgunakan izin, yakni melakukan penimbunan ribuan masker

“Perusahaan telah menyalahi izin yang diberikan yaitu menyalurkan barang-barang kesehatan, dimana izin yang diberikan kepada perusahan yaitu menyalurkan barang-barang Industri, namun didalam gudang mereka menimbun alat kesehatan yaitu Masker dan Hand Sanitizer”, jelas Kabid Humas Polda Kepri

Modus Operandi yang dilakukan oleh PT. ESM dengan menggunakan ijin usaha dibidang perdagangan peralatan industri dan peralatan rumah tangga namun dalam prakteknya perusahaan menyalurkan alat kesehatan (alkes)

“Tim Ditreskrimsus Polda Kepri mendatangi gudang tersebut dan menemukan timbunan Masker merek JACKSON SAFETY, Masker merek 3M, Masker merek DRAGER, dan Hand Sanitizer merek Johnson , adapun barang bukti Masker N95 merk jackson sebanyak 4800 pieces, Masker N95 merk 3M sebanyak 1080 pieces, Masker Drager sebanyak 1200 pieces dan Masker Actived Carbon Mask sebanyak 32000 pieces. Hand Sanitizer merk jhonson sebanyak 1800 botol kemasan 2 liter” Jelasnya

Menyusul kelangkaan masker dan Hand Sanitizer di wilayah Provinsi Kepri, Polda Kepri melakukan pengecekan terhadap gudang-gudang yang diduga menyimpan alat-alat kesehatan, dari hasil pengecekan ditemukan praktek penimbunan masker dan hand sanitizer di gudang PT ESM

“Perusahaan tersebut tidak memiliki surat izin edar alat kesehatan, sebagaimana yang diatur didalam undang-undang perdagangan dan undang-undang Kesehatan” ucapnya

Sebanyak tiga orang dari PT ESM dengan inisial S selaku Direktur Perusahaan, Inisial DD selaku General Manager, dan H selaku Komisaris tengah menjalani pemeriksaan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri dengan persangkaan melanggar Pasal 107 UU RI No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 10 Milyar Dan/atau Pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 1,5 Milyar.(Suaib))

Komentar

News Feed