Masjid Raya Hasyim Ashari Daan Mogot Dijadikan Tempat Isolasi Mandiri

Warungjurnalis, Jakarta – Antisipasi adanya lonjakan kasus COVID-19 usai libur lebaran kemarin, Masjid Raya Hasyim Ashari Daan Mogot dijadikan tempat isolasi mandiri untuk warga Jakarta Barat.

Ruang isolasi mandiri di masjid ini terdapat di bagian aula masjid, lantaran cukup besar dan dapat menampung sebanyak 150 velbed.

Adapun fasilitas lain untuk isloasi mandiri warga juga telah disiapkan.

Namun, hingga Kamis (27/5) ruang isolasi mandiri di masjid Hasyim Ashari belum digunakan atau belum ada warga yang diisolasi.

Lurah Duri Kosambi Imbang Susanto mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki satgas Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, ada sedikitnya 400 orang yang mudik ke kampung halamannya pada lebaran 2021 kemarin.

Hingga saat ini, sudah 300 orang yang balik kembali ke kediamannya. Dari hasil penelusuran dan pelacakan, ada sembilan orang yang reaktif COVID-19.

“kita cek suhu, semuanya sudah, kemudian yang reaktif ada sekitar Sembilan orang,” ujar Imbang di Masjid Raya Hasyim Ashari, Rabu (26/5).

Namun karena kesembilannya terkategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan masih sehat, maka dilakukan isolasi mandiri di rumah dengan pantauan dari Puskesmas beserta gugus tugas RT/RW.

Pada 27 Mei 2021, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia tercatat ada penambahan sebanyak 6.278 kasus baru. Total jumlah pasien terkonfirmasi mencapai jumlah 1.797.499 kasus. Jawa Barat pada Kamis 27/5 menjadi penyumbang angka positif terbanyak yakni 1.370 kasus, disusul DKI Jakarta dengan 940 kasus.

Pelacakan dan pencegahan penyebaran COVID-19 juga dilakukan oleh Polres Jakarta Barat dengan melakukan door to door swab antigen gratis.

Selain itu, dalam rangka mengoptimalkan pencegahan dan penekanan penularan penyebaran COVID-19, Kapolsek Tambora Kompol Faruk memerintahkan personilnya untuk menggelar operasi Yustisi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk terus disiplin menggunakan masker.

“Seperti biasa operasi ini sebagai wujud Polri dalam melakukan penekanan penyebaran penularan COVID-19 dengan sasaran bagi masyarakat yang tidak memakai masker. Dan juga sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan selama pandemi ini,” ujar Kompol Faruk, Kamis (27/5).

Faruk berharap operasi ini rutin dilakukan sepanjang Pemerintah terus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Adapun jumlah para pelanggar yang mendapat sanksi sosial dalam operasi tersebut sebanyak 55 orang menyapu jalanan. Sementara untuk sanksi administrasi sebanyak 2 orang dengan membayar denda sebesar 100 ribu.

Dalam operasi tersebut, pihaknya selain menjatuhkan sanksi kepada para pelanggar juga memberikan edukasi agar dapat bekerja sama untuk ikut serta dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan mematuhi kebijakan pemerintah dan mengikuti Tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru dengan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak).(isa)

Comment