Nama Kevin Cordon saat ini menjadi perhatian penggemar badminton saat gelaran Olimpiade Tokyo 2020. Cordon adalah pebulutangkis asal Guatemala yang mampu melaju ke babak perempat final usai mengalahkan wakil Belanda Mark Caljouw di babak 16 besar.,

Ini merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat nya saat ini pria kelahiran La Unión, Zacapa, sudah berusia 34 tahun. Prestasi ini menjadikan Cordon sebagai pebulutangkis pertama dari Guatemala yang mencapai perempat final dalam gelaran Olimpiade.

Perjalanan Cordon ke perempat final Olimpiade Tokyo bukan perkara mudah. Di Olimpiade 2008 dia hanya sampai pada babak 16 besar, olimpiade empat tahun berikutnya dia juga hanya di babak 16 besar. Pada Olimpiade Rio 2016, Cordon absen karena cedera.

Cordon kecil mulai berlatih badminton sejak berusia 13 tahun. Untuk berlatih pemain kidal ini harus meninggalkan kampung halamannya menuju ibukota untuk mengejar mimpinya sebagai pemain bulutangkis profesional dan tentunya pendapatanya melalui badminton juga diharapkan mengubah ekonomi keluarga.

“Tidak mudah bagi kami, karena tidak mudah mendapatkan uang untuk bepergian. Saya tahu ada hal-hal yang lebih penting di Guatemala, seperti orang miskin perlu makan.  Ini tidak seperti permainan adalah segalanya.  Saya berasal dari kota kecil dan bulu tangkis mengubah hidup saya.  Apa yang saya lakukan di bulu tangkis juga membantu keluarga saya, dengan uang yang saya dapatkan dari federasi saya.  Ini membantu mendukung mereka”, ucap Cordon mengutip laman BWF.

Cordon sadar, bahwa negaranya tidak sebagus negara di Asia dan Eropa dalam olahraga badminton.

“Saya menyadari bahwa jika Anda membandingkan Guatemala dengan negara lain di Asia atau Eropa, perbedaannya sangat besar.  Tapi kami punya satu hal, yaitu bermain dengan hati.” ujarnya.

Comment