oleh

Tim Evakuasi WNI Diberangkatkan ke Wuhan dari Bandara Soetta

Tanggerang-Sebanyak 42 orang yang tergabung dalam tim evakuasi WNI diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China menggunakan pesawat Batik Air ID-8618.

Tim yang melakukan penjemputan 245 WNI dari Kota Wuhan tersebut dilepas oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pelepasan tim evakuasi digelar di ruang VIP Room Terminal 1B Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (1/2/2020).

“Insya Allah sebentar lagi akan berangkat dan dapat menjalankan misi penjemputan saudara kita yang sehat untuk kembali ke tanah air menjalani proses sesuai dengan protokol kesehatan sebelum mereka kembali ke keluarga,” kata Menteri Retno.

“Sekali lagi selamat jalan teman-teman kita semua bersama dengan teman-teman dan saya juga sekaligus mohon doa seluruh rakyat Indonesia baik untuk tim penjemput untuk warga negara kita dan untuk Indonesia kita Bismillahirohmanirohim semoga teman-teman kembali dengan selamat dan sehat,” tambahnya.

Sementara, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, WNI yang akan dievakuasi dari Wuhan nantinya akan ditempatkan di salah Rumah Sakit di Kepulauan Natuna.

“Kepulangan saudara-saudara kita dari Wuhan menuju Indonesia dengan memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung protokoler kesehatan itu sendiri protokol kesehatan diantaranya yang kita harus dipenuhi kita memiliki tempat isolasi yang jauh dari penduduk dan yang terbaik dan terpilih adalah wilayah Natuna,” kata Panglima Hadi.

Jenderal bintang empat ini menjelaskan, Natuna adalah pangkalan militer yang memiliki fasilitas Rumah Sakit yang dikelola oleh 3 angkatan dan terdapat dokter dari Angkatan Darat Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Rumah sakit tersebut dapat menampung 300 pasien.

“Runway berdekatan dengan wilayah yang nantinya digunakan untuk isolasi sehingga nanti saudara-saudara kita yang datang langsung turun dari pesawat masuk ke tempat penampungan mereka dan mampu menampung sampai dengan 300 serta dilengkapi seluruh kebutuhan,” ujar Panglima.

Sementara, Menteri Kesehatan menyebut, bahwa warga negara yang akan dibawa pulang ke tanah air adalah warga negara Indonesia yang sehat dan telah dilakukan screening di Hubei, China.

“Bahwa yang kita bawa ini adalah warga negara Indonesia yang sehat, nanti akan kita lakukan namanya adalah transit observasi sesuai protokol WHO dan tentu saja itu membutuhkan kedisiplinan dan protokol transit observasi,” ujar Menkes.

“Mengobservasi orang yang sehat, bukan orang yang sakit karena itu protokol harus dijalankan dengan disiplin oleh semua pihak. Kami akan terus memantaunya. Sebagai Menteri Kesehatan dan saya yakin berkat dan berkah dari doa restu dari seluruh bangsa Indonesia ini semua akan bisa berjalan baik yang menjemput juga sehat yang dijemput juga tetap sehat yang nantinya bisa bersatu kembali dengan kita semua dalam kehidupan yang normal,” pungkasnya.(Hs/admin)

Komentar

News Feed