JAKARTA, warungjurnalis.com – Setelah jalan Tol Serpong-Cinere Seksi 1 (Serpong-Pamulang) dibuka, pemerintah kini siap membangun jalan tol Cinere – Jagorawi (Cijago) Seksi 3, Kukusan – Cinere sepanjang 5,44  km.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) Seksi 3, Kukusan – Cinere sepanjang 5,44  km untuk meningkatkaan volume distribusi barang dan jasa di kawasan Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi (Jabodetabek).

“Kita sudah merasakan dampak positif dari pembangunan jalan tol, misalnya di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa sekarang ini sudah berkembang kawasan kawasan industri baru seperti di Brebes, Batang dan Ngawi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi yang dikutip kilat.com, Senin (31/5/2021).

“Kemudian di setiap exit Tol Trans Sumatera antara Bakauheni dan Palembang, terdapat bebeapa kegiatan ekonomi yang semakin berkembang. Data menunjukan adanya tagihan PLN mengalami kenaikan, artinya ada kegiatan ekonomi yang meningkat,” lugas Menteri Basuki.

Menteri Basuki menambahkan, Tol Cijago untuk Seksi 1 telah beroperasi tahun 2012 dan Seksi 2  telah beroperasi 2019.

“Artinya sudah hampir 10 tahun, bukan berarti kita lambat akan tetapi pembangunan diperkotaan tantangannya lebih banyak dan lebih besar terutama masalah pembebasan tanah. Kalau masalah pembebasan tanah cepat pembangunan infrastrukturnya akan jauh lebih cepat”, tegas Basuki.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Translingkar Kita Jaya Hilman Muchsin mengatakan bila Jalan Tol Cijago membentang sepanjang 14,7 km terdiri 3 (tiga) Seksi.

Seksi 1 menghubungkan Jagorawi-Jalan Raya Bogor sepanjang 3,7 km telah beroperasi Januari 2012. Sedangkan Seksi 2 menghubungkan Jalan Raya Bogor – Kukusan sepanjang 5,5 kilometer telah beroperasi September 2019 lalu.

Kemudian Seksi 3 Kukusan – Cinere sepanjang 5,44 km (Ruas Cinere – Limo) ditargetkan akan beroperasi pada Februari 2022 dan untuk Ruas Kukusan – Limo pada Juni 2022.

Saat ini progres pembebasan lahan telah mencapai 70,16 %. Adapun biaya  investasi sebesar Rp. 3,2 triliun dan biaya konstruksi sebesar Rp. 1,2 triliun.

Jalan Tol Cijago merupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II terdiri atas ruas Cengkareng – Kunciran sepanjang 15,2 km, Kunciran – Serpong sepanjang 11,2 Km, Serpong – Cinere sepanjang 10,1 km, Cinere – Jagorawi sepanjang 14,6 km, Cimanggis- Cibitung sepanjang 25,4 km, Cibitung – Cilincing sepanjang 33,9 km, dan Akses Tanjung Priok sepanjang 12,1 km.

Penyelesaian konstruksi Tol Cijago Seksi 3 akan meningkatkan konektivitas Tol JORR II yang berdampak positif mengurangi kemacetan di pusat Kota Depok, memperlancar mobilitas warga dan mengurangi kemacetan di ruas tol lain.

Menurut Hilman, pembangunan konstruksi jalan tol ditargetkan selesai dalam jangka waktu 1,5 tahun. Melalui Pelelangan Terbatas, LMA-PPRE KSO ditetapkan sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi Seksi 3 dan PT. Multi Phi Beta ditetapkan sebagai konsultan pengawas.

“Target konstruksi selesai pada akhir Tahun 2022 sehingga dapat beroperasi pada awal 2023,” ujar Hilman.

“Dibangunnya Tol Cijago Seksi 3 sangat membantu pergerakan mobilitas warga karena 60 % warga depok bekerja di luar Depok, 40 % di Jakarta selebihnya bekerja di Bekasi dan Bogor. Dengan dibangunnya tol ini tentunya warga Depok sangat menyambut baik sekali,” tambah Walikota Depok Mohammad Idris.

Comment