oleh

Rekontruksi Pembunuhan Driver Taksi Online di Palembang Ricuh, Keluarga Ngamuk Pukuli Pelaku

Palembang– Keluarga Ruslan Sani yang merupakan korban pembunuhan driver taksi online (taksol) di Gandus pada 28 Desember 2019 , mengamuk dan memukuli kedua pelaku, Sulaiman (36) dan Iwan (40), saat menjalani proses reka ulang di halaman Mapolrestabes Palembang, Selasa, 04 Februari 2020.

Berawal dua orang tersangka, Sulaiman dan Abib Samudra digiring petugas ke halaman Mapolrestabes Palembang.

Pada saat melewati lobi Mapolrestabes, keluarga korban yang telah menunggu pun langsung menyerang kedua tersangka yang dalam kawalan ketat polisi. Beberapa kali pukulan mendarat di wajah kedua tersangka.

Polisi pun berusaha melerai keributan tersebut hingga situasi kembali kondusif.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Nuryono melalui Kanit Pidum IPTU Ginting didampingi Kanit IPTU Tohirin menjelaskan, ada 33 adegan pembunuhan, mulai dari kedua tersangka memesan taksol hingga membuang mayat korban.

Dalam rekonstruksi tersebut, kedua tersangka terbukti menghabisi nyawa korban dengan cara menusukkan pisau dan menghujamkan pukulan menggunakan gagang softgun ke kepala korban.

“Rekonstruksi ini untuk semakin memperjelas dan melengkapi berkas ke pengadilan. Kedua tersangka terbukti membunuh korban karena motif perampokan,” jelas Ginting setelah rekonstruksi, Selasa (4/2/2020).

Kedua tersangka pun dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman pidana penjara 20 tahun.

Mengenai kericuhan yang sempat terjadi sebelum rekonstruksi, Ginting mengimbau agar keluarga korban mempercayakan kasus ini pada aparat penegak hukum.

“Yakinlah keadilan pasti ditegakkan, dan kedua tersangka pasti dihukum setimpal, sesuai perbuatannya,” tegas Ginting. (Yd)

Komentar

News Feed