oleh

Penyeludupan Mie Instan Berisi Narkoba Kedalam Rutan Kelas II B Majene,Berhasil Digagalkan Sipir

Sulawesi Barat – Sipir Rutan Kelas II B Majene,Sulawesi Barat,pada Minggu (9/2//2020) berhasil menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 5 gram ke rumah tahanan (Rutan).Dengan modus ditaruh didalam mie instan

Pelaksana Tugas Kepala Rutan Kelas IIB Majene Baharuddin, Senin (10/2/2020) mengatakan, pengungkapan narkoba jenis sabu-sabu dengan modus ditaruh didalam mie Instan untuk diseludupkan kedalam Rutan Majene ini berawal saat sipir menerima paket berupa satu dus mi instan dari sebuah bus jasa titipan pada Minggu (9/2) sekitar pukul 10.35 Wita.

“Dus mi instan mencurigakan tersebut diantar sebuah bus yang ditujukan kepada seseorang bernama Fahrul Sanjaya. Paket dikirim dari Mamuju atas nama Ad. Namun, setelah kami cek di sistem data base Pemasyarakatan, tidak ada nama tersebut di Rutan Kelas II B Majene,” kata Pelaksana Tugas Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Baharuddin, di Majene, Senin (10/2).dikutip Antara

Setelah paket itu dibuka, lanjut Baharuddin, ditemukan satu bungkus mi instan yang telah terbuka dengan ujung bungkus yang dilipat. Di dalam mi instan yang telah terbuka tersebut ditemukan dua paket kecil dan satu paket besar yang diduga kuat adalah narkoba jenis sabu-sabu.

Setelah diselidiki dan ditelusuri, tambah Baharuddin, salah seorang warga binaan berinisial Mul, mengakui bahwa sabu-sabu seberat 5 gram itu miliknya. Narkoba tersebut dia pesan menggunakan telepon genggam milik teman kamarnya berinisial JS, pada Jumat (7/2). Pemilik 5 gram sabu-sabu bersama barang bukti, kata Baharuddin, telah diserahkan ke Polres Majene untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulbar Elly Yuzar menyampaikan bahwa telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh Kepala Lapas dan Kepala Rutan di daerah itu agar melakukan penggeledahan kamar hunian secara acak, minimal sekali dalam seminggu.

“Malam sebelum kejadian, telah dilakukan penggeledahan dan ditemukan tiga buah HP warga binaan. Setelah diperiksa, terdapat komunikasi mencurigakan, sehingga petugas meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan tersebut terbukti pada hari Minggu,” kata Elly Yuzar.

Selanjutnya barang bukti dan pelaku diserahkan ke pihak kepolisian.(rm/ant)

Komentar

News Feed