BANDUNG, Warungjurnalis.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku akan secepatnya mengusulkan pemberlakuan lockdown di Jawa Barat. Kebijakan ini, kata Uu, harus secepatya diambil untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 yang terus terjadi.

“Kepada Pak Gubernur, nanti saya akan usulkan dalam rapat hari Senin, berlakukan lockdown saja, ekstrem saja langsung, demi kebaikan semua. Ini kami usulkan setelah konsultasi dengan insan-insan kesehatan yang saya datangi,” kata Uu kepada warungjurnalis.com, Kamis (24/6).

Uu mengatakan jika kondisi Jawa Barat terus-terusan seperti sekarang, tanpa adanya ketaatan masyarakat terhadap aturan, imbauan, dan instruksi pemerintah tentang protokol kesehatan, penyebaran Covid-19 akan sulit sekali untuk diatasi.

“Pandemi Covid-19 di Jawa Barat ini kalau memang seperti ini terus, tidak akan berakhir. Sekarang sudah satu tahun lebih. Nanti saya sampaikan kepada Bapak Gubernur untuk dilakukan lagi saja se-Jawa Barat, karena jelas lockdown ini efektif sebagaimana yang telah kita alami dulu,” kata Uu.

Pascalibur Lebaran, beberapa pekan yang lalu, Jawa Barat memang mengalami peningkatan kasus Covid-19 dengan signifikan. Posisi Jabar selalu menempati peringkat pertama atau kedua di tingkat nasional bersama DKI Jakarta.

Penambahan kasus baru Covid-19 di Jabar, Kamis (24/6) bahkan mencapai 3.053 kasus. Ini membuat kasus Covid aktif di Jawa Barat bertambah menjadi 35.717.

Lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB), menurut Uu, sudah terbukti berhasil menurunkan kasus Covid-19.

“Karena masyarakat sekarang ngeyel, maka sudah saja dengan ketegasan, dengan sikap yang ekstrem tegas. Karena kalau biasa-biasa saja seperti sekarang ini, malah bertambah terus. Barusan beberapa rumah sakit yang kami cek penuh, dan juga masih banyak yang belum masuk karena bed-nya sudah penuh,” katanya.

Oleh karena itu, ujar Uu, sekalipun pasti akan ada dampak ekonomi dari lockdown ini, lockdown akan menuntaskan masalah Covid-19.

“Tidak usah lama-lama, cukup dua minggu. Daripada tidak tegas seperti sekarang dan banyak yang tidak taat protokol kesehatan,” ujarnya.

Uu mengatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, kurang efektif saat kondisinya sudah parah seperti sekarang. Penularan, ujarnya, kini tidak terjadi di satu kawasan saja, tapi terjadi di kawasan lainnya karena masih adanya interaksi masyarakat.

“Kalau misalkan yang PPKM satu RT, maka penduduk RT yang lainnya seakan bebas. Padahal penularan ini bukan tentang tempat, tapi tentang orang ketemu orang, interaksi. Kalau satu RT ditutup, cuma tempatnya saja yang ditutup. Orang-orang sekitarnya masih saja berinteraksi dan berkumpul,” katanya.

Presiden RI, katanya, memang sangat menekankan pemberlakuan PPKM mikro karena memikirkan pertimbangan segala-galanya. Tapi, kata Uu, ia sebagai insan, anak bangsa di Jawa Barat, yang telah menyaksikan sendiri kondisi di lapangan, hanya memohon dan mengusulkan untuk memberlakukan lockdown.

“Tidak usah lama lah, dua minggu juga cukup. Lockdown bukan berarti kita lelah, kita masih tetap berusaha bergerak. Cuma mungkin harus ada ketegasan. Sekarang kan peraturan demi peraturan, kemudian penyekatan demi penyekatan, PPKM mikro, tetap saja masyarakat ngeyel,” katanya.

Comment