Warungjurnalis, Jakarta – Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jayawijaya mengeksekusi Barang Bukti Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang Atas Nama Terpidana Victor Aries Efendy berupa Uang Tunai senilai Rp. 9.743.548.000, pada Kamis (22/7).

Barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 9.743.548.000 tersebut merupakan barang bukti uang tunai dari hasil kejahatan atas nama terpidana Victor yang disita oleh penyidik.

Terpidana Victor merupakan Direktur PT. Grosir Era Mandiri sebagai Penyedia Jasa terhadap pengadaan Meubeleir, pengadaan lampu hybrit (solar cell), Motor temple air, Pengadaan Motor Kawasaki KLX dan Pengadaan Bak Air Fiber.

Diketahui, dana pengadaan tersebut bersumber dari Alokasi Dana Desa Pemerintah Daerah Kabupaten Tolikara Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 320.044.266.000 yang diperuntukan untuk 541 kampung.

“Yang mana dalam pelaksanaan pengadaan tersebut tidak dilaksanakan sebagaimana ketentuan yang berlaku serta pengadaan barang-barang yang diadakan oleh terpidana,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya Andre Abraham, dalam keterangan tertulisnya.

Maka berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia, terpidana Victor Aries Efendy, diputus telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana Korupsi dan Pencucian Uang dilakukan secara bersama-sama.

“Melanggar pasal 2. Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP dan Pasal 3 Undang – Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang,” tuturnya.

“sebagaimana dalam Dakwaan Penuntut Umum dalam Dakwaan Kesatu Primer dan Kedua dan Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Victor Aries Efendy dengan pidana penjara selama 15 tahun dan pidana denda sebesar 1 Milyar dengan ketentuan jika pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” jelasnya.

Terdakwa dihukum untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp. 128.174.847.000 dengan ketentuan uang pengganti tersebut harus dibayar paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah Putusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap.

“Apabila tidak bayar maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka terdakwa dipidana dengan pidana penjara selama 13 tahun.” pungkasnya.

Comment