Warungjurnalis, Jakarta – Seorang security berinisial AH (25) mengaku kesal lantaran dirinya tak digaji hingga dirinya mengambil aset-aset kantornya PT Mega Teknologi Investama di Makasar, Jakarta Timur.

AH melancarkan aksi pencurian aset kantornya bersama dengan kedua temannya yang lain dengan inisial SM (26) dan IH.

Diketahui, AH bersama dengan komplotannya tersebut melancarkan aksinya saat kantornya ketika sedang tak beroperasi karena dalam renovasi pada Minggu (1/5/22) sore.

Kapolsek Makasar Kompol Zaini Abdillah Zainuri menjelaskan, ketiganya mendatangi kantor tersebut dengan mengendarai mobil bak lalu menggasak seluruh aset di sana yang beralamat di Jalan Raya Pondok Gede, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

“Informasi karena tidak digaji, jadi security ini mengambil barang-barang perusahaan,” kata Zaini di Mapolsek Makasar pada Senin (20/6/22).

Menurut pengakuan AH, kata Zaini, usai dirinya berhasil mendapatkan aset kantor, lalu AH menjualnya untuk mengganti rugi dari gaji yang tak dibayarka oleh kantornya.

AH bisa dengan mudah memasuki kantor tempat kerjanya karena ia memegang kunci kantor tersebut.

Bahkan, untuk mengelabui juru parkir di kawasan perkantorannya, ia mengaku membawa seluruh barang tersebut lantaran hendak pindah kantor ke tempat baru.

Namun, karena memang juru parkir tersebut mengetahui bahwa AH merupakan security resmi dari kantor PT Mega Teknologi Investama dengan begitu juru parkir percaya dengan alasannya itu.

Lantaran pengelola kantor baru mengetahuinya, barulah pada Rabu (1/6/22) melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polsek Makasar, Jakarta Timur.

“Kerugian dari pelapor Rp2 miliar, namun masih didalami. Karena tidak sinkron (dengan pelaku). Barang yang diambil ada AC, sofa, mebel, kursi kantor, dan brankas,” tambah Zaini.

Kedua pelaku tersebut AH dan SM berhasil diamankan pihak Kepolisian di kawasan Sentiong, Jakarta Pusat pada Senin (13/6/22).

Sementara satu pelaku lainnya berinisial IH masih dalam pengejaran Unit Reskrim Polsek Makasar.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Makasar berupa dua buah unit AC kantor, satu kunci pas untuk menggasak AC itu serta kaos dan jaket yang digunakan tersangka saat melancarkan aksinya.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Comment