Warungjurnalis, Jakarta – Pagebluk yang merebak di seluruh dunia membuat dunia mengalami dampak yang begitu besar, terutama pada dua sektor seperti kesehatan dan ekonomi.

Adapun dampak yang terjadi pada sisi kesehatan, lantaran tingkat penularan yang luas serta fatalitas yang tidak saja berdampak pada kesehatan fisik masyarakat seperti sakit hingga kematian, tetapi juga menyerang psikis masyarakat seperti stress dan depresi.

Demikian pula dampak pada ekonomi, sama hal nya seperti dampak pada kesehatan, pada ekonomi berupa defisit pendapatan negara maupun masyarakat yang berimplikasi tidak saja pada gangguan efektifitas penanganan kesehatan tetapi pada efektifitas dan keberlanjutan pembangunan yang sebelumnya sudah dirancang sehingga kembali memerlukan penyesuaian.

Hal ini menjadi indikator betapa berdampaknya pagebluk dan implikasinya bisa saja melebihi dampak perang atau konflik besar yang pernah terjadi.

Selain berdampak pada negeri masing-masing, dampak tersebut juga terjadi pada hubungan antarnegara sebagai akibat dari kebijakan pembatasan mobilisasi orang antarnegara yang konon sebagai mekanisme memutus mata rantai penyebaran virus meskipun pada realitanya virus tersebut tetap berkembang dan bermigrasi dari satu negara ke negara lain bahkan bermutasi berbagai jenis virus lokal seperti saat ini yang terbaru varian Delta di India.

Kondisi perkembangan pagebluk inilah yang membuat banyak pemerintahan dan masyarakat mengalami kekagetan lantaran sangat cepatnya virus ini menyebar dan mutasi yang berdampak keresahan yang meluas tentang akhir dari semua ini.

Meskipun pada negara negara dengan kekuatan ekonomi dan politiknya serta tradisi riset yang kuat berlomba dengan waktu untuk menemukan cara yang efektif untuk menemukan vaksin dan obat sebagai senjata kembar dalam melawan dampak COVID-19 pada kesehatan manusia.

Dengan demikian manusia dalam sejarahnya selalu mampu melewati banyak persoalan yang dihadapi, sejarah pagebluk colera di abad 19 dan pagebluk flu spanyol di abad 20 membuktikan bahwa krisis dalam kehidupan selalu ada.

Pada krisis tersebut manusia selalu mencari jalan keluar dari krisis dan manusia selalu menjadi pihak pemenang, apalagi pada era industri 4.0 dengan perkembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam berbagai sendi kehidupan diyakini dapat membantu menemukan vaksin dan obat yang diharapkan menjadi media pencegahan dan pengobatan bagi manusia.

Selain itu, berbagai upaya banyak negara untuk menangani pagebluk dapat terlihat setidaknya melalui pendekatan pengendalian kerumunan dan pendekatan kesehatan seperti berupa kesiapan rumah sakit, lingkungan yang sehat, disiplin atas protokol kesehatan termasuk peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat, di sisi lain upaya untuk mempertahankan daya dukung ekonomi juga menjadi perhatian yang tidak kalah penting yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat secara kolaboratif.

Seperti misalnya berbagai peristiwa dari berbagai belahan negara dalam menghadapi krisis dapat diambil suatu pelajaran bersama menyangkut sistem manajemen krisis yang ada;

Setiap negara di dunia dipaksa untuk belajar merespons persoalan persoalan yang berkaitan dengan penyakit dan cara penyakit tersebut menyebar sekaligus menjadi mekanisme operasionalisasi dan evaluasi terhadap sistem kesehatan yang tergelar.

Diuji kapasitas dan kapabilitas pemerintahan baik tingkat nasional sampai dengan tingkat lokal untuk beradaptasi terhadap berbagai perubahan situasi lingkungan kehidupan yang datang secara tiba-tiba dan mampu merumuskan serta mengoperasionalkan konsep jalan keluar yang efektif dan efisien.

Membangun masyarakat yang memiliki kesadaran bersama sebagai satu bangsa, disiplin terhadap norma yang menjadi ukuran bersama, memperkuat kohesi sosial, saling berbagi dan bergotong royong dengan meninggalkan ego individual dan kelompok.

Melakukan pembenahan mental aktor pemerintahan dan melakukan instropektif dengan sistem pemerintahan yang dioperasionalkan di semua level , sektor dan lini kepemerintahan.

Lalu kembali membangun kesadaran kemanusiaan, sehingga pemerintahan yang dibentuk dan dijalankan mampu membangun sistem yang menjamin perlindungan terhadap kepentingan mendasar dari masyarakatnya secara berkelanjutan.

Tentunya, setiap peristiwa kehidupan pasti memiliki makna dan hikmah yang dapat dipetik, apalagi Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk ke 4 dunia , multi kultural dan tersebar di ribuan pulau. Pastinya dapat belajar dari sejarah dan model model keberhasilan negara dan bangsa lain keluar dari pagebluk yang bersifat kritikal ini.

Hal di atas setidaknya menjadi catatan yang dapat jadikan paramater evaluatif dan programatik saat ini dan masa datang.

Tentu hal tersebut memang tidak mudah bagi negeri yang sedang menata sistem dan tata kelola pemerintahannya, tetapi sebagai tanggung jawab terhadap sejarahnya sendiri, saatnya merapatkan barisan dan menyatukan gerak untuk menangani situasi kritikal saat ini supaya mampu keluar dari krisis sesegara mungkin melalui satu kesatuan komando kepemimpinan dan manajemen nasional.

Situasi saat ini memang tidak diinginkan oleh negara dan bangsa manapun, suatu situasi yang memukul tidak saja mental tetapi hati banyak orang , merubuhkan optimisme menjadi pesimisme, mengaburkan harapan tentang masa depan, merubah tawa menjadi tangisan, suatu tempaan alamiah yang tidak enak di satu sisi tetapi juga seharusnya merangsang dan menimbulkan kejujuran baru yang alamiah dalam mengukur daya tahan kolektif sebagai suatu negara dan bangsa dalam menghadapi dinamika situasional global dan nasional.

Comment