Warungjurnalis, Jakarta – Rekaman video senam masal di kawasan Puri Kembangan, Kembangan Jakarta Barat pada Minggu (5/9) pagi yang diikuti oleh ratusan orang tersebut viral di media sosial. Padahal saat ini Jakarta masih menerapkan PPKM level 3 di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat sudah memanggil pihak penyelenggara senam massal untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah memanggil Bu Pungki, dan Bu Pungki sudah mengakui bahwa memang ada kejadian [senam] hari Minggu (5/9) jam 06.00-08.00,” ucap Tamo saat ditemui di kantor Walikota Jakarta Barat, Senin (6/9).

Kejadian ini juga pernah terjadi pada September 2020 lalu dengan penyelenggaran yang sama, namun hanya membuat pernyataan tertulis.

“Memang ini adalah kasusnya sama dengan di bulan September 2020.” tambah Tamo

Sementara Pungki selaku instruktur senam mengaku tidak tahu jika senam massal belum boleh dilakukan meski Jakarta sudah masuk dalam kategori PPKM level 3.

“Karena sudah diturunkan level 3 jadi pikir saya sudah boleh,” Ujar Pungki saat ditanya.

Meksi sudah mengakui kesalahan, Satpol PP Jakarta Barat tetap memberikan sanksi denda administrasi bagi penyelenggara senam massal.

“Sudah dikenakan denda 2 juta rupiah dan buat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi”, ujarnya Tamo.

Pihak penyelenggara juga sudah meminta maaf atas kegiatan yang dilakukan saat senam massal kemarin menimbulkan kerumunan.

Comment