Warungjurnalis, Jakarta – Sabtu 20 November 2021 bisa dibilang hari yang menyenangkan untuk 13 anak yatim piatu korban COVID-19 di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Pasalnya, mereka diajak berkeliling melihat ikan di Jakarta Aquarium.

Menggunakan mobil patroli bersirine, para anak ini diantar menuju kawasan Pusat Perbelanjaan di kawasan Grogol Petamburan dengan lebih dahulu sarapan di Mapolsek Tanjung Duren.

Dengan pengawalan dan prokes ketat dari Kepolisian, para anak tampak bahagia saat menyaksikan para ikan berenang. Pasalnya dari mereka banyak yang baru pertama kali menyaksikan hal ini.

“Seneng jalan-jalan sama pak polisi lihat ikan,” ucap Kiara, seorang anak dalam rombongan.

Kamaladuin, salah satu pendamping anak mengungkapkan kegiatan ini selain menjadi hiburan bagi para anak. Juga menjadi pelajaran wawasan, sebab dengan demikian mereka dapat mengenal macam macam ikan.

“Senang juga sih, sekalian jalan-jalan dan refreshing buat anak,” ujar Kamaludin.

Puas berkeliling selama dua jam, kegiatan ini ditutup dengan pentas cerita putri duyung. Semua anak tampak bahagia, terlebih sebelum pulang masing masing anak mendapatkan hadiah dari kegiatan itu.

Kapolsek Tanjung Duren Kompol Rosana Albertina Labobar mengatakan anak itu merupakan binaanya dan berbeda dengan anak yatim yang ada di panti asuhan. Sebab, anak yatim yang ada di panti asuhan sudah memiliki program tersendiri.

“Ini kan bukan anak yatim biasa yang ada di panti asuhan ya karena kalau anak di panti asuhan mereka sudah punya program, sudah ada bantuan rutin. Kalau anak yatim yang kami bina sekarang anak yatim yang ditinggal orang tuanya karena COVID-19,” ucap Kapolsek.

Ocha, panggilan akrab Kapolsek ini mengaku, keberhasilan kegiatan ini tak lepas dari peran anggotanya yang menyisihkan rezeki setiap hari. Dalam sebulan, rezeki yang dikumpulkan itu nanti akan digunakan membantu membahagiakan orang yang membutuhkan, termasuk anak yatim piatu.

Apa yang dilakukan Kapolsek sendiri selaras dengan arahan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang meminta seluruh jajarannya memperhatikan anak-anak terdampak COVID-19.

“Kami belikan kebutuhan anak yatim piatu itu, ini sudah berjalan tiga bulan insha Allah semoga ini akan berjalan terus,” ucap Ocha.

Terlebih pada Sabtu kemarin, lanjut Kapolsek, bertepatan dengan Hari Anak Sedunia yang jatuh pada 20 November. Sehingga moment itu, dimanfaatkan untuk memberikan perhatian kepada anak, terutama anak yang terdampak covid bukan hanya dari Polsek Tanjung Duren tetapi juga dari seluruh element baik pemerintah atau pemerintah daerah.

Dengan demikian, para orang tua yang tersisa dari anak yatim piatu ini merasa tidak sendiri untuk membesarkan anaknya.

“Jadi kami ada bersama dengan mereka, bapak ibunya merasa terbantu dengan santunan atau bantuan yang kami lakukan sehingga mengurangi beban mereka selama Covid ini,” jelasnya.

Mengutip laman kemensos.go.id, data yang diperoleh Kemensos per Tanggal 29 September 2021 diketahui bahwa sebanyak 37.951 anak menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu akibat COVID-19.

Comment