Warungjurnalis, Jakarta – Seorang Narapidana berinisial AD melancarkan aksi penipuan jual beli handphone pada media sosial instagram dari balik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Grobogan, Bali.

Tak jera, padahal dirinya sedang menjalani proses hukum dalam kasus Narkotika di Lapas Grobogan, Bali.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan menyebutkan, penipuan dengan modus melalui akun Instagram PS Store palsu tersebut dimanfaatkan oleh AD untuk menipu masyarakat secara daring. Bahkan menurutnya, AD menjadi dalang dari modus penipuan daring ini.

“Tersangka inisial AD, narapidana di Lapas Kerobokan Bali. Yang bersangkutan memasukan Kartu Tanda Kependudukan (KTP) atasnama Putra Siregar untuk memuluskan aksi penipuannya,” kata Erwin di Mapolrestro Jaktim, Senin (1/11).

Pengungkapan kasus penipuan ini bermula dari adanya laporan korban bernama Bonar Kristiantoro ke Mapolrestro Jakarta Timur. Bahwa dirinya ditipu oleh seseorang yang mengatasnamakan Putra Siregar.

Kemudian kasus diselidiki oleh Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur. Dari hasil yang didapat dari (transaksi) di Bank BCA Pondok Gede maka didapatkan beberapa alat bukti yang kemudian dikembangkan.

Diketahui, AD tidak menjalani aksi nya sendiri, dirinya dibantu oleh kedua rekannya yakni JB dan SR. Kedua rekannya tersebut berada di lokasi yang berbeda dengan tugas masing-masing.

“Dari pengembangan didapatkan nama tiga orang tersangka berinisial AD, JB dan SR. Mereka bekerja secara terpisah di beberapa kota,” tambahnya.

JB bertugas sebagai menampung uang dan menarik uang yang di transfer oleh korban. JB ini berada di Sidrap, Sulawesi.

Sedangkan tersangka SR berperan membuat ATM dan Simcard. SR juga yang membuat akun PS Store palsu tersebut.

“Kecurigaan korban timbul setelah mengklarifikasi ke PS Store resmi dan diketahui bahwa ini PS Store palsu. Kerugian korban Rp 1,8 juta,” katanya.

Kedua tersangka berinisial JB dan SR berhasil diringkus Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur. Keduanya telah ditahan di sel tahanan Mapolrestro Jakarta Timur. Sedangkan tersangka AD masih berada di Lapas Kerobokan, Bali.

“Total kerugian diperkirakan mencapai miliaran, para tersangka sudah 2 tahun lebih beroperasi. Tapi yang dapat dibuktikan penyidik Rp 360 juta. Jadi modusnya adalah jual beli handphone melalui playstore yang ternyata dipalsukan,” tuturnya.

Sementara dari pengakuan tersangka AD kepada polisi di Lapas Grobogan, Bali, dirinya mengakui perbuatan penipuan yang dilakukannya dengan modus menggunakan KTP palsu.

“Memakai KTP palsu yang saya beli, saya gunakan secara online setelah akun itu. Jadi saya memberikan akses ke JB, akun digunakan untuk penipuan atasnama instagram PS Store Jakarta,” kata tersangka AD.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka tersebut dijerat Pasal 378 Jo Pasal 28 UU ITE nomer 11 tahun 2008.

Comment