Warungjurnalis, Jakarta – Pemerintah Kota Tanjung pinang, Kepulauan Riau memberlakukan pembatasan jam operasional tempat usaha. Hal ini dilakukan lantaran meningkatnya kasus COVID-19.

Pemberlakuan ini menuai pro dan kontra dari pelaku usaha. Putra, salah satunya. Pemilik kedai kopi di Tanjung pinang yang mengeluhkan adanya pembatasan jam operasional tempat usaha tersebut.

“Kami pelaku usaha kedai kopi sangat tidak setuju dengan ada pembatasan jam operasional kedai kopi,” kata Putra kepada Warungjurnalis, Jumat (2/7).

“Kami pahami dan mengerti COVID-19 saat ini di Tanjung pinang sedang tinggi-tingginya bahkan sekarang zona merah,” lanjutnya.

Putra berharap disamping memberlakukan pembatasan jam operasional, pemerintah juga memberi solusi terlebih para pelaku usaha saat ini mengandalkan omset bukan dari gaji tiap bulannya.

“Namun kami berharap pemerintah juga harus bisa memikirkan nasib kami. Kami mencari nafkah hanya mengandalkan omset dari kedai bukan dapat dari gaji bulanan,” tambahnya

Sementara itu, Walikota Tanjung Pinang Rahma menyatakan adanya keluhan terkait pembatasan jam operasional merupakan hal yang wajar.

“Penegakan disiplin pengaturan jam malam sudah tentu pihak yang terdampak pasti keberatan alias menolak kebijakan bagi saya sesuatu yang lumrah,” ujar Rahma saat dikonfirmasi oleh Warungjurnalis, Jumat (2/7).

Menurutnya, kasus COVID-19 yang meningkat drastis dengan kondisi seperti ini perlu dipahami secara menyeluruh agar berdampak secara signifikan.

“Ini akan terus meningkat jika hanya berkomentar sana sini suatu tindakan tidak bijaksana. Sudah saatnya kita berbuat bersama-sama, bergotong royong. Mari kita sama sama menyelamatkan kota yang kita cintai ini.” pungkasnya.

Rahma mengajak dan mengimbau untuk semua kelompok masyarakat untuk bersama sama menekan angka COVID-19.

Comment