Warungjurnalis, Jakarta – Gelombang 2 pandemi menyerang Indonesia sekitar akhir Juni – Juli 2021 lalu membuat percepatan vaksin dilakukan.

Satu persatu masyarakat mendaftarkan diri, tak terkecuali dengan Arkha Ardian (20). Ia menjadi relawan vaksin di lingkungan rumahnya di Perum Pura Tajurhalang, Bogor, Jawa Barat.

Hingga kini, 57 kegiatan vaksin telah ia jalani baik yang dilakukan puskesmas, maupun kepolisian, mulai dari di lingkungannya hingga ke wilayah Parung, Bogor.

“Sekarang vaksinasi Merdeka Aglomerasi tahap satu di bawah naungan polda hingga saat ini masuk tahap dua,” jelas Arka saat ditemui di Perumahan Pura Tajur Halang, Bogor, Sabtu (23/10).

Mahasiswa Universitas Pancasila jurusan Manajemen ini mengaku pernah mengawal 1200 orang yang di vaksin dalam sehari.

Namun sekali waktu, dirinya pernah hanya mengawal 8 masyarakat yang divaksin dalam sehari.

“Paling sedikit itu Oktober awal, pas tahap dua Vaksinasi Merdeka di Citayam, cuma sekitar 8 orang sehari,” tambah Arka.

Karena saking sedikitnya, Binmas dan relawan mendatangi satu persatu rumah warga untuk dilakukan vaksinasi.

Remaja yang kini menjabat Ketua Karang Taruna Unit 14 Tajurhalang ini mengaku, masa pandemi COVID-19 menjadi hal yang istimewa. Sebab, kejadian itu memberikan pengalaman berharga baginya.

“Kita ketemu banyak orang dan belajar karakteristik orang itu kaya gimana dan memperbanyak relasi,” kenang Arkha mengingat dirinya saat menjadi relawan.

Namun dari sekian banyak ingatan, kesan dimarahi masyarakat yang terlalu lama saat mengantri vaksin menjadi kenangan yang tak terlupakan.

“Mengendalikan massa nya susah kalau memang lagi membludak terus antri panas-panasan, kita dimarah-marahi orang, di caci orang. Susah mengatur orangnya,” ucapnya.

Perjalanan menjadi relawan Arka dan 13 anggota Karang Taruna Unit 14 Tajurhalang ini belum selesai, karena mereka harus masih menjadi relawan vaksin hingga November besok.

Comment