oleh

Gelapkan Uang Toko untuk Persalinan Istri, Sopir Pengantar Air Mineral Dapat Restorative Justice

Warungjurnalis, Jakarta – Seorang sopir pengirim air mineral diamankan Polsek Makasar karena menggelapkan uang Rp8 juta. Uang itu digunakan untuk biaya persalinan istrinya yang lahir secara sesar karena BPJS tak menanggung biaya sepenuhnya yang menghabiskan Rp20 juta.

Inilah yang dilakukan Tian Budiarto (27) demi menyelamatkan anak keduanya yang harus dilahirkan dengan cara operasi. Ia yang gelap mata, akhirnya memilih jalan pintas, namun malah membuatnya harus mendekam balik jeruji besi.

Namun, setelah mendalami kasus dan mengecek semua, hingga meminta dukungan dari para tokoh masyarakat, ketua RT hingga RW, bapak dua anak inipun mendapatkan restorative justice. Tian yang hampir sepekan meringkuk didalam penjara, akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga kecilnya itu.

Saat dipertemukan dengan anak dan istrinya, Tian tak kuasa menahan tangis mendekap sang istri RR, dan kedua anaknya setelah dinyatakan lepas dari status tersangka kasus penggelapan. Warga Kecamatan Makasar, Jakarta Timur itu tidak henti menangis setelah mendengar proses hukum kasus penggelapan uang Rp8 juta milik bosnya, MN dinyatakan tidak berlanjut.

Di Mapolsek Makasar, Tian menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya dan terima kasih kepada MN yang merupakan pemilik toko, karena setuju tidak melanjutkan proses hukum kasus. Ia pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi karena tidak ingin terpisah dari sang istri RR, dan dua buah hatinya yang masih berusia bayi dan balita.

“Saya bertaubat pak. Saya kepepet mengambil uang untuk lahiran istri saya,” kata Tian, Senin (28/11/22).

Kapolsek Makasar, Kompol Zaini Abdillah Zainuri mengatakan, proses hukum kasus penipuan Tian tidak berlanjut setelah korban setuju kasus penggelapan diselesaikan secara restorative justice.

“Jadi awalnya korban melapor karena uangnya digelapkan sebesar kurang lebih Rp8 juta. Pelaku penggelapan ini karyawan dari korban,” kata Zaini.

Sebelumnya, Tian dilaporkan atas kasus penggelapan dengan sangkaan Pasal 372 KUHP dibuat MN pada Selasa (08/11/22). Berdasar keterangan korban, Tian yang sudah empat tahun bekerja sebagai pegawai toko sembako milik MN menggelapkan uang Rp8 juta hasil penjualan air mineral.

“Tersangka diamankan ketika melakukan pembayaran di loket Rumah sakit. Ternyata ketika proses BAP tersangka mengaku bahwa dia menggelapkan uang bosnya karena biaya persalinan istrinya,” tambahnya.

Zaini menuturkan saat awal TB ditahan sebagai tersangka, sang istri RR yang kondisinya belum pulih karena baru saja menjalani operasi sesar bahkan sempat mendatangi polsek Makasar dan memohon agar suaminya dibebaskan.

“Si istri berjalan sempoyongan memohon kepada kami kasus yang menimpa suaminya diselesaikan secara kekeluargaan. Waktu itu jahitan operasinya sampai terbuka,” tuturnya.

Dikatakan Zaini, restorative justice yang diberikan juga sesuai arahan dari Kapolres Jakarta Timur Kombes Budi Sartono. Pihaknya pun langsung berkordinasi dengan pengurus lingkungan, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Makasar, yang sebagian besar juga iba dengan apa yang terjadi.

“Ternyata memang keluarga tersangka ini secara ekonomi kurang mampu. Tinggal di rumah petak kecil sekali. Masak di situ, tidur di situ (dalam satu ruang). Kamar mandinya di luar,” lanjut Zaini.

Kini Tian pun dinyatakan bebas meski masih harus menjalani wajib lapor dan diminta untuk tak lagi mengulangi perbuatannya. Bahkan, ia juga akan mengangsur uang yang dipakai untuk biaya persalinan itu.

“Nanti Tian setiap bulannya akan mengangsur sebesar Rp800 ribu,” tandasnya.

Komentar

Berita Lainnya