Warungjurnalis, Jakarta – Tingginya angka kasus COVID-19 di DKI Jakarta, membuat berbagai upaya pencegahan terus dilakukan. Salah satunya seperti yang dilakukan di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta Timur, yang mengetatkan protokol kesehatan hingga pembatasan jumlah wajib pajak yang masuk kedalam gedung.

Kanit Samsat Jakarta Timur, AKP Yuli Wrestiyarini mengatakan, pihaknya pun terus mengetatkan protokol kesehatan ditempatnya. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang saat ini semakin melonjak.

“Kami lebih mengedepankan protokol kesehatan untuk menekan angka penularan COVID-19 yang semakin hari terus bertambah. Jadi wajib pajak harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” katanya, Rabu (30/6).

Dikatakan Yuli, langkah-langkah dalam mengoptimalisasi protokol kesehatan di lingkungan Samsat adalah para wajib pajak dibagi menjadi empat jalur. Dimana mereka awalnya akan mengisi antrian terlebih di halaman taman depan Samsat Jaktim. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan antrian juga mencegah penularan COVID-19 yang sudah semakin parah di Jakarta.

“Upaya ini dilakukan untuk mencegah kerumunan maupun desak-desakan para wajib pajak yang datang,” tambahnya.

Setelah membagi para wajib pajak, kata Yuli, mereka yang datang pun akan diberikan id card yang tujuannya sebagai fungsi kontrol mereka yang ada di dalam gedung. Pasalnya, wajib pajak yang masuk kedalam hanya 50 persen dari kapasitas maksimal pengunjung.

“Melalui kartu yang diberikan itu juga kita bisa mengatur mereka agar didalam tak terjadi penumpukan maupun kerumunan,” tuturnya.

Nantinya sebelum masuk kedalam gedung, sambung Yuli, para wajib pajak pun akan menjalani berbagai pemeriksaan awal. Petugas akan mengecek suhu tubuh warga, meminta cuci tangan terlebih dahulu, hingga berdiri digaris antrian yang jaraknya 1 meter.

“Bahkan kami juga menyiapkan mesin uap air purifier yang ditempatkan di pintu masuk samsat Jaktim,” terangnya.

Ditambahkan AKP Yuli, upaya yang dilakukan itu untik kebaikan bersama dalam rangka pencegahan COVID-19. Selain melindungi wajib pajak yang datang, ini juga untuk melindungi para anggota dan pegawai yang selama ini bertugas.

“Hal ini kami kedepankan untuk kebaikan bersama, baik para wajib pajak maupun petugas di lingkungan samsat jaktim, “ imbuhnya.

Selama ini, sambung Kanit, dalam satu hari masih ada 1000 wajib pajak yang datang, sehingga Pengetatan harus digencarkan.

“Mudah-mudahan kedepan samsat Jaktim lebih maksimal lagi dalam melayani para wajib Pajak, baik pelayanannya, maupun ketertibannya dalam wilayah kantor Samsat,” pungkasnya.

Comment