Warungjurnalis, Jakarta – Sebanyak 384 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia dijemput oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersama dengan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI & BHI) Kementerian Luar Negeri di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Banten pasa Senin (1/11).

Para PMI ini merupakan bagian dari gelombang kepulangan Warga Negara Indonesia pada masa pandemi COVID-19.

Diketahui, mayoritas dari PMI tersebut merupakan deportan overstay atau habis masa ijin tinggal dan PMI yang berangkat secara nonprosedural dengan visa pelancong.

Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia dan Afrika, Lismia Elita menyambut kedatangan PMI yang dikumpulkan di ruang tunggu Helpdesk BP2MI.

Lismia berpesan pada para PMI yang masih berusia muda untuk mengubah mindset dalam mencari peluang kerja ke luar negeri. Salah satunya dengan memanfaatkan peluang program G to G (Government to Government) melalui BP2MI, yakni untuk negara Jepang dan Korea.

“Peluang kerja ke luar negeri dengan pendapatan yang lebih baik sangat terbuka lebar. Contohnya di jepang, pendapatannya mencapai 22 hingga 30 juta per bulan, dengan syarat belajar dan menguasai bahasa Jepang serta memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” tutur Lismia.

Lismia menambahkan, informasi selengkapnya mengenai peluang kerja ke luar negeri bisa didapatkan dengan mendatangi kantor UPT BP2MI terdekat atau dapat langsung mengakses website resmi BP2MI http://www.bp2mi.go.id.

Pada kesempatan yang sama, Kepala UPT BP2MI Wilayah Banten Joko Purwanto mengatakan, kepada PMI untuk tetap mengikuti protokol kesehatan selama masa karantina dan UPT BP2MI Wilayah Banten yang akan memfasilitasi kepulangan PMI ke daerah asal setelah masa karantina selesai.

“Jika ingin berangkat kembali ke luar negeri datangi UPT BP2MI terdekat dari domisili dan lakukan prosedur secara resmi. Jangan berangkat secara ilegal lagi, apalagi tergiur dengan dengan tawaran para calo penempatan ilegal. Hal tersebut lebih banyak mudharatnya dr manfaatnya,” kata Joko.

Selanjutnya, para PMI tersebut difasilitasi menuju Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara untuk menjalani karantina sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

Comment