Warungjurnalis, Jakarta – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil mengamankan 27 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang rencananya hendak diberangkatkan ke Maldives.

Para PMI ini berhasil diamankan di sebuah Hotel di Jakarta pada Sabtu (13/11) malam. 27 PMI ini berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyebutkan, pemberangkatan PMI ini dinyatakan ilegal lantaran perusahaan yang akan memberangkatkannya tidak resmi tercatat.

“Hari ini kita selamatkan anak bangsa sebanyak 27 orang. Mereka rencana akan dipekerjakan sebagai buruh bangunan. Tapi kita dapati perusahaan yang akan memberangkatkan mereka tidak tercatat secara resmi,” kata Benny di kantor BP2MI, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (13/11) malam.

Adapun, menurut Benny, perusahaan yang akan memberangkatkan para PMI tersebut atas nama PT Maju Lestari Mandiri.

Diketahui, para PMI ini telah menyetor sejumlah uang sebesar Rp 11 juta.

“Mereka sudah ngasih uang. Jadi mereka ini dari daerah ditampung di hotel di wilayah Jakarta sebelum diberangkatkan,” tuturnya.

Benny menegaskan, pihaknya juga telah menghubungi langsung pihak perusahaan yang telah menerima sejumlah uang milik PMI ini, agar uang tersebut segera dikembalikan.

“Proses hukum tetap berjalan terhadap perusahaan yang akan memberangkatkan PMI ini dan mereka harus kembalikan uangnya,” tegas Benny.

Pada waktu yang sama, salah satu PMI Havid Ismanto mengaku bahwa dirinya telah menyetorkan uang sebesar Rp 11 juta dan ia berharap uang tersebut dapat dikembalikan.

“Saya berharap uang kami dikembalikan. Kalau pulang sebenarnya malu sama keluarga tapi jika pihak BP2MI bisa berangkatkan kami secara resmi kami sangat mau,” tutur Havid.

Comment