Warungjurnalis, Jakarta – Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Eropa dan Timur Tengah Hadi wahyuningrum didampingi jajaran UPT BP2MI Serang berhasil menggagalkan keberangkatan 2 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di terminal 3, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (23/08).

Kedua CPMI tersebut yakni, Santika Karliyawati asal Cianjur, dan Nurhaini asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Diketahui keduanya merupakan CPMI yang diproses oleh kelompok sindikat penempatan yang berbeda dan akan ditempatkan secara ilegal ke Doha, Qatar.

Selain itu, jajaran BP2MI juga mengamankan  seorang CPMI Siti Patmah yang diduga mengalami gangguan kejiwaan yang ditemukan terlantar di terminal keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.

Siti berasal dari Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ia mengaku akan diberangkatkan ke Kuwait untuk bekerja sebagai Pelaksana Rumah Tangga.

Namun, ketika ditanyakan mengenai kelengkapan dokumen dan tiket keberangkatan, dirinya tidak dapat menunjukkan.

Hadi mengatakan, hingga saat ini penempatan ke Timur Tengah untuk pelaksana rumah tangga belum dibuka.

Sehingga menurutnya, para CPMI rentan mengalami ancaman kekerasan fisik dan seksual hingga tindak perdagangan manusia jika tetap berangkat secara ilegal.

“kita tidak hendak menghambat CPMI, melainkan menyelamatkan teman-teman CPMI dari proses penempatan ilegal yang sangat mengancam jiwa raga” ujarnya.

Sebelumnya pada minggu (22/08) BP2MI berhasil mengamankan 7 orang CPMI yang menjadi korban penipuan sindikat penempatan ilegal ke Polandia.

Mirisnya, tiap CPMI yang menjadi korban penipuan telah menyetorkan uang berjumlah 45-50 juta.

Ditemui di tempat terpisah, kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan saat ini BP2MI sedang serius melakukan pembenahan dengan terus mengganggu keberadaan sindikat penempatan ilegal pekerja migran Indonesia.

Kejahatan yang dilakukan sindikat penempatan ilegal memiliki intensitas yang sangat tinggi dan potensi ancaman yang besar kepada keselamatan Pekerja Migran Indonesia.

“kejahatan mereka yang luar biasa harus kita lawan dengan cara-cara yang luar biasa pula. Dan saya selalu katakan, kehadiran BP2MI adalah untuk membubarkan pesta pora sindikat penempatan ilegal PMI ini” tandasnya.

Saat ini dua CPMI telah diamankan di UPT BP2MI DKI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur dan seorang CPMI diduga mengalami gangguan kejiwaan difasilitasi BP2MI menuju RSPD Kemensos untuk mendapatkan penanganan.

Comment