Warungjurnalis, Jakarta – Badan Perlindungan Pekerja Migrasi Indonesia (BP2MI) menyelamatkan 33 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan dikirim ke Qatar dan Polandia.

“dalam dua hari kita amankan kurang lebih 33 calon pekerja migran. 2 yang akan diberangkatkan ke Qatar, perempuan sebagai pekerja rumah tangga dan sebelumnya 7 ditambah 24 dalam 2 hari tanggal 22 dan 23 Agustus yang akan diberangkatkan ke Polandia,”

kata Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani di UPT BP2MI DKI Jakarta, Ciracas, Jaktim, Selasa (24/8).

Benny menyebutkan, nantinya para CPMI tersebut tak hanya dijanjikan pekerja rumah tangga, ada juga yang dijanjikan bekerja di pertenakkan ataupun di perkebunan.

Menurut Benny, CPMI tersebut berasal dari perusahaan penyalur tidak resmi dan semuanya berbeda.

“Dipastikan penempatan secara tidak resmi. Pertama yang untuk 7 orang ke Polandia dijanjikan oleh PT Mapan-Mapan sudah pada posisi discorsing, tidak punya hak melakukan perekrutan maupun penempatan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Benny mengungkapkan para CPMI ini membayar sebesar Rp 40 juta hingga Rp 45 juta kepada perusahaan ilegal tersebut.

“Ini jelas-jelas unsur penipuan dan kedua bagian dari sindikat perdagangan orang,” tambahnya.

Sebelumnya, CPMI ini ditampung di tempat berbeda yakni di LPK di daerah Bekasi, serta di PT Mapan-Mapan di daerah Cileungsi.

Saat ini seluruh CPMI telah diamankan di UPT BP2MI DKI Jakarta, Ciracas, Jakarta Timur.

Comment