Warungjurnalis, Jakarta – Selama penanganan pandemi COVID-19, pemerintah telah menggulirkan program bantuan sosial untuk perlindungan sosial bagi masyarakat.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memastikan untuk mendampingi sekaligus mengawal penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) serta bantuan sosial beras agar akuntabel dan tepat sasaran.

Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Polhukam-PMK Iwan Taufiq Purwanto menjelaskan, usai Kepala BPKP mengikuti Rapat Terbatas pada beberapa waktu lalu, kemudian mengintruksikan auditor BPKP di seluruh perwakilan untuk turun langsung mendampingi, mengawal penyaluran Bansos Tunai (BST) dan bantuan sosial beras yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 agar cepat dan tepat sasaran.

“Sejak bulan Juni lalu, BPKP telah melakukan pengawasan atas bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai,” kata Iwan Taufiq, Senin (19/7).

Iwan mengatakan, tujuan pengawasan oleh ini dilakukan untuk melihat hambatan penyaluran, ketempatan itu sasaran, jumlah, kualitas, hingga ketepatan waktu. Sejauh ini, pengawasan atas lo Keluarga Harapan Tahap I dan II dilakukan dengan uji petik pada 2.319 Keluarga Penerima Manfaat atau KPM pada 34 kabupaten/kota.

Sementara, pengawasan terhadap Bantuan Sosial Tunai Tahap I s.d. IV dilakukan dengan uji petik pada 703 KPM di 34 kabupaten/kota. Sedangkan pengawasan atas Program Sembako Tahap I sd VI dilakukan dengan uji petik pada 1.056 KPM dan 406 E-warong pada 34 kabupaten/kota termasuk Kabupaten Manokwari yang berada di wilayah khusus.

“Selanjutnya, sejak hari Minggu (18/7), auditor BPKP di seluruh perwakilan dari Aceh sampai Papua turun langsung mengawal bantuan sosial khusus dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat, yaitu Bansos Tunai Tahap V – VI dan Bantuan Sosial Beras bagi KPM PKH dan KPM BST,” tambahnya.

Menurut Iwan, penugasan di lapangan ini dilakukan untuk mendampingi dan mengawal pembagian bantuan sosial tersebut yang dimana setidaknya terdapat 28 dari 34 perwakilan BPKP yang sejak kemarin turun ke lapangan, sedangkan sisanya diagendakan hari ini.

Misalnya pada BPKP Provinsi Lampung melaporkan bahwa Program Bantuan Beras Masa PPKM (BB-PPKM Tahun 2021) yang diberikan sebanyak 6. 980 ton kepada kurang lebih 698.000 KPM PKH dan BST. Sedangkan untuk Papua, target penyaluran di Kota Jayapura adalah sebanyak 11.219 KPM.

“Kita akan terus dampingi dan kawal pemberian bansos yang rencana pelaksanaan pendistribusiannya dimulai dari tanggal 18 Juli sampai dengan akhir Juli 2021,” tegasnya.

Pengawasan BPKP dilakukan untuk memastikan program dan kegiatan pemerintah telah akuntabel serta meminimalisir penyalahgunaan bantuan sosial. Selain itu, kegiatan pengawasan juga dilakukan untuk membantu pemerintah memastikan agar bansos sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Comment