oleh

WHO Baru Tingkatkan Status Resiko Corona Tertinggi , Kemenkes Sudah Terapkan Penanganan Level Maksimum Sejak Awal Wabah Covid-2019 Muncul

Jakarta-Badan Kesehatan Dunia ( WHO) Jumat kemarin dalam laporan hariannya telah meningkatkan status resiko virus Covid 2019 di level tertinggi dalam skala global, setelah melihat makin meluasnya persebaran virus ke berbagai belahan negara di dunia dan dampak kerusakan akibat wabah virus ini yang sejauh ini sudah menelan korban jiwa lebih dari 2800 orang dan menginfeksi lebih 84.000 orang di berbagai penjuru dunia dengan jumlah korban terbanyak di Cina serta memukul sektor perekonomian dunia .

Meski WHO baru sekarang tingkatkan status maksimum , Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ternyata sudah sejak awal wabah virus corona muncul menerapkan protokol penanganan level maksimum guna mencegah penyebaran virus Covid -2019 ke wilayah RI

” Kami ( Kemenkes) sudah sejak awal wabah ini muncul menerapkan status penanganan level maksimum sesuai standar internasional guna mencegah masuknya virus ini ke wilayah RI , jauh sebelum WHO tingkatkan status resiko maksimum ” ujar Sekretaris Ditjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes RI dokter Ahmad Yurianto saat dihubungi warungjurnalis.com pada Sabtu (29/02/20)

Menurut Yuri standar penanganan wabah virus menular level maksimum yang dilakukan Kemenkes bukan hanya dalam kasus Covid-2019 dilakukan namun dalam kasus-kasus wabah sebelumnya seperti wabah SARS dan MERS , Kemenkes sejak dini langsung menerapkan standar penanganan maksimum tanpa menunggu situasi makin memburuk.

” Kemenkes bertanggung jawab melindungi 267 juta rakyat Indonesia agar terbebas dari penyebaran virus penyakit, karenanya kami tidak mau lengah, jadi langsung kami terapkan penanganan level maksimum dari awal , sama seperti kasus SARS dan MERS yang dulu melanda dunia” jelasnya.

Sehubungan adanya pencegahan sementara WNI untuk masuk beberapa negara seperti Ke Arab Saudi, Kemenkes meminta hal itu tidak diartikan di Indonesia sudah ditemukan kasus Covid-2019 akan tetapi lebih kepada kepentingan nasional masing-masing negara .

” Setiap negara punya kepentingan nasional dalam menjaga wilayahnya dari penyebaran virus corona, jadi bukan berarti Indonesia sudah ada laporan kasus virus corona, bahkan lebih ekstrem Korea Selatan yang mengisolasi sendiri negaranya dari negara luar ” tutup pria yang akrab disapa Dokter Yuri.(Rifki/Kiky)

Komentar

News Feed